DOWNLOAD BUKU

Halaman ini memuat beberapa terbitan buku, khususnya buku seputar bidang kelautan yang dapat diunduh

Hiu & Pari Indonesia : Biologi, Eksploitasi, Pengelolaan dan Konservasi

Hiu merupakan sumberdaya ikan laut ekonomis yang dimiliki perairan Indonesia. Sampai saat ini sebanyak 157 jenis hiu dan pari hidup nyaman dan berkembang biak di berbagai perairan Indonesia. Berbagai jenis tersebut sudah tentu memiliki banyak manfaat, seperti manfaat ekonomi, ekologi, budaya, dan juga estetika bagi kita semua. Namun sangat disayangkan, karena nilai jual ekspor siripnya yang mahal, maka nelayan kita memburu ikan ini secara berlebihan. Sebagai contoh, tahun 1980an pari gergaji (Pristidae) merupakan hasil tangkap utama nelayan kita, dan sekarang sudah punah dari berbagai laut kita.

Buku yang layak untuk dibaca ini di upload  seizin penulisnya Dr. Priyanto Rahardjo,M.Sc. masyarakat mengetahui dengan jelas dan benar tentang informasi hiu dan pari di Indonesia. Lengkapnya silakan download.
Down load lampiran : Buku Hiu dan Pari Di Indonesia

Biota Perairan Terancam Punah Di Indonesia : Prioritas Perlindungan

Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KP3K) Kementrian Kelautan bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah menyusun daftar prioritas spesies akuatik terancam punah di Indonesia yang perlu mendapatkan status perlindungan. Dari daftar tersebut tercatatat ada 111 spesies akuatik di Indonesia terancam punah dan perlu di prioritaskan untuk dilindungi. 111 spesies tersebut mencakup ikan (pisces), amfibi dan reptile, moluska (keong dan kerang), udang dan kepiting, mimi serta teripang

Daftar prioritas perlindungan spesies akuatik terancam punah tersebut telah disusun oleh tim penyusun Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan menjadi sebuah buku “ Biota Perairan Terancam Punah Di Indonesia : Prioritas Perlindungan”. Diharapkan buku ini akan meningkatkan tingkat kesadaran semua lapisan masyarakat dalam upaya pemanfaatan spesies akuatik secara berkelanjutan dan memperkuat upaya pemerintah dalam menunjang kegiatan konservasi.

Download Lampiran : Buku Biota Perairan Terancam Punah

Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

Pencapaian dan upaya pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Indonesia, berhasil dikumpulkan dan dituangkan dalam buku ini yang berjudul “Mengenal Potensi Kawasan Konservasi Perairan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil di Indonesia”. Buku ini menuturkan paradigma, perkembangan dan pengelolaan konservasi, lengkap dengan profil 76 kawasan, yang terdiri dari 66 Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) dan 10 Kawasan Konservasi Perairan Nasional (KKPN). Di dalamnya berisi dasar hukum pengelolaan, potensi sumberdaya kawasan, perkembangan pengelolaan dan informasi penting lainnya. Buku ini sejatinya merupakan seri lanjutan melengkapi dan memperbarui buku sebelumnya bertajuk “Mengenal Potensi Kawasan konservasi Perairan (Laut) Daerah” yang lebih dulu diterbitkan pada tahun 2009, Profil Kawasan Konservasi Perairan Nasional dan 42 Indonesian Marine Conservation Areas yang diterbitkan tahun 2010.

Kehadiran buku ini diharapkan dapat memberikan informasi yang utuh dalam menyajikan kekayaan sumberdaya hayati di wilayah perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil sekaligus menjadi pembelajaran dalam pengembangan kawasan konservasi di masa yang akan datang.

Download Lampiran : Buku Mengenal Potensi KKP3K

Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar Di Indonesia

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan bersama dengan stakeholders terkait telah menyusun “PEDOMAN PENANGANAN MAMALIA LAUT TERDAMPAR”.  Pedoman ini menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam upaya penyelamatan mamalia laut yang terindikasi terdampar dan maupun yang sudah terdampar sehingga dapat digiring kembali ke perairan dalam kondisi hidup, termasuk langkah-langkah penanganan apabila mamalia yang terdampar sudah dalam keadaan mati .  Dengan penyajian bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan diharapkan Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar ini menjadi lebih aplikatif dan tepat sasaran, utamanya bagi masyarakat atau nelayan yang tinggal di tempat yang sering dijumpai sebagai lokasi terdamparnya mamalia laut

Download Lampiran : Buku Panduan Mamalia Laut Terdampar

Pedoman Identifikasi dan Survei Populasi Ikan Napoleon

Pedoman identifikasi dan survei populasi ikan napoleon ini tidak hanya memuat tentang metode survei populasi tetapi juga hal-hal yang terkait dengan mata rantai kehidupan serta sifat-sifat dasar ikan Napoleon.  Pengenalan tentang aspek-aspek biologi dan morfologi ikan napoleon ini merupakan hal penting dalam pelaksanaan survei populasi, karena memberikan wawasan yang bermanfaat bagi pelaku-pelaku survei atau observers.

Banyak kemiripan morfologi ikan Napoleon dengan jenis-jenis genus Cheilinus lainnya serta jenis lain dari suku yang berbeda, sehingga peluang terjadinya kesalahan dalam mengidentifikasi cukup tinggi.  Oleh karena itu, sebelum masuk pada hal-hal teknis survei, pembaca akan diberikan pedoman identifikasi umum untuk mengenal lebih dekat bentuk dan ciri-ciri tubuh Napoleon dan lokasi-lokasi keberadaan ikan ini

Download Lampiran : Buku Pedoman Survei Napoleon

Ikan Air Tawar Langka Di Indonesia

Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil sejak tahun 2006 telah mengumpulkan informasi ikan-ikan yang sudah sulit ditemui di alam atau yang dikategorikan sebagai ikan langka.  Ikan langka adalah jenis ikan yang mempunyai jumlah individu sedikit, seringkali disebabkan oleh sebaran geografis yang terbatas (endemik) atau kepadatan populasi yang rendah. Kelangkaan jenis ikan dapat membuat keberadaannya terancam punah.

Status kelangkaan jenis mengacu kepada daftar jenis ikan dalam International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN).  Berdasarkan data IUCN (2006) tercatat 2351 jenis ikan yang terancam punah dengan kategori tertentu. Dari daftar tersebut 120 jenis terdapat di perairan Indonesia, dan sekitar 35 jenis diantaranya berasal dari wilayah Indonesia Timur. Informasi tersebut diterbitkan dalam bentuk buku sebagai salah satu sarana untuk mensosialisasikan dan mempublikasikan jenis-jenis ikan langka yang ada di Indonesia. Adanya buku ini diharapkan para pemangku kepentingan dan masyarakat luas dapat memahami pentingnya upaya konservasi bagi jenis-jenis ikan yang sudah langka dan terancam punah.

Download Lampiran :   Buku Ikan Air Tawar Langka

Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu

Penyu merupakan reptil yang hidup di laut serta mampu bermigrasi dalam jarak yang jauh di sepanjang kawasan Samudera Hindia, Samudra Pasifik dan Asia Tenggara. Keberadaannya telah lama terancam, baik oleh faktor alam maupun faktor kegiatan manusia yang membahayakan populasinya secara langsung maupun tidak langsung. Kondisi inilah yang menyebabkan semua jenis penyu di Indonesia diberikan status dilindungi oleh Negara sebagaimana tertuang dalam PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Akan tetapi pemberian status perlindungan saja tidak cukup untuk memulihkan atau setidaknya mempertahankan populasi penyu di Indonesia. Oleh karena itu dibutuhkan tindakan nyata dalam melakukan pengelolaan konservasi penyu yang komprehensif, sistematis dan terukur.

Penyusunan buku Pedoman Teknis Pengelolaan Konservasi Penyu yang dapat dipahami berbagai kalangan, khususnya pelaksana di lapang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan konservasi penyu di Indonesia.

Download Lampiran : Pedoman Konservasi Penyu

Jenis – Jenis Ikan Dilindungi dan Masuk Dalam Appendiks CITES

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keanekaragaman hayati serta tingkat endemiksitas jenis flora dan fauna yang sangat tinggi, sehingga termasuk salah satu negara Mega Biodeversity. Selain itu, sebagai salah satu negara di dunia yang turut menandatangani Konvensi Keanekaragaman Hayati PBB dan Convention On Internasional Trade in Endangered Species Of Wild Fauna and Flora (CITES), Indonesia berkepentingan untuk melaksanakan program perlindungan dan pelestarian jenis biota yang masuk pada daftar Appendiks CITES. Sesuai Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2007, tentang dan Konservasi Sumberdaya Ikan, Departemen Kelautan dan Perikanan memiliki mandat sebagai Management Authority di bidang konservasi sumberdaya ikan, yang mengatur pemanfaatan jenis ikan yang dilindungi dan/atau jenis ikan yang tidak dilindungi untuk perdagangan internasional dan yang diatur dalam Konvensi CITES.

Dalam upaya penyiapan bahan informasi yang berkaitan dengan implementasi CITES dan upaya perlindungan jenis ikan tersebut, Direktorat Konservasi dan Taman Nasional Laut, Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil pada tahun 2009 menyusun Guide Book yang berisi data dan informasi jenis-jenis ikan yang dilindungi dan yang masuk pada Appendiks CITES.

Download Lampiran : isi_INDO FISH_final_OKE

Pedoman Penataan Batas Kawasan Konservasi Perairan

Dalam upaya mendukung penetapan suatu kawasan sebagai kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau kecil, maka diperlukan suatu Petunjuk teknis yang mengatur tata cara penataan batas kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulaupulau kecil yang secara teknis mudah dipahami dan dilaksanakan di lapangan yang merupakan terjemahan secara teknis dari mandat dan ketentuan pasal 19 ayat (3) Peraturan Meteri KP Nomor Per.02/Men 2009 tentang Tata Cara Penetapan Kawasan Konservasi Perairan. Petunjuk teknis ini diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengelolaan kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil dalam menentukan batas dan zonasi kawasan, baik batas luar kawasan maupun batas masing – masing zona di dalam kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil.

Download Lampiran : Pedoman Tata Batas Kawasan Konservasi

Pedoman Evaluasi Efektifitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan

Pedoman E-KKP3K memuat tata-cara atau panduan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan  pengelolaan berkelanjutan suatu kawasan konservasi perairan. Pedoman ini diharapkan bisa  menjadi perangkat evaluasi kinerja kawasan konservasi perairan, pesisir dan pulau-pulau  kecil di Indonesia bagi para pengambil kebijakan juga sekaligus bisa menjadi perangkat  untuk menyusun prioritas pengembangan pengelolaan efektif kawasan. Pada tingkat makro,  E-KKP3K digunakan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menilai tingkat pengelolaan  kawasan konservasi perairan yang ada di Indonesia. Sementara pada tingkat mikro, E-KKP3K  dapat pula digunakan swa-evaluasi terhadap kinerja pengelolaan suatu kawasan konservasi  perairan sekaligus membuat perencanaan dalam rangka peningkatan kinerja

Download Lampiran :  Pedoman E-KKP3K

Pedoman Pengenalan dan Identifikasi Sirip Hiu Appendik II CITES

Sebagai salah satu negara pengekspor sirip hiu di dunia, Indonesia mempunyai kewajiban untuk mengikuti ketentuan CITES terkait perdagangan Internasional hiu Appendiks CITES. Sebagai salah satu tindak lanjut hal tersebut, penting sekali melakukan pendataan dan monitoring lalu lintas peredaran sirip terutama yang berasal dari keempat jenis hiu yang masuk Appendiks CITES.

Buku Panduan “Pedoman Pengenalan Sirip Hiu” ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan pendataan dan monitoring lalu lintas sirip hiu, sebagai langkah awal dalam rangka mewujudkan pengelolaan perikanan hiu secara berkelanjutan.

Download Lampiran :  Pedoman Identifikasi Sirip Hiu

Pedoman Identifikasi dan Pengenalan Pari Manta 

Pemerintah Indonesia telah menetapkan Pari Manta sebagai jenis  ikan yang dilindungi penuh berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Pari Manta. Implikasi dari adanya Kepmen tersebut yaitu segala jenis kegiatan yang berhubungan dengan ekploitasi sumberdaya ikan dan perdagangan pari manta menjadi kegiatan yang dilarang. Dalam rangka pengawalan kebijakan tersebut di tingkat lapangan dan untuk
menghindari kesalahan dalam aspek pengawasan dan penegakan hukum maka diperlukan pedoman pelaksanaannya. Pari manta mempunyai kemiripan dengan
beberapa spesies pari jenis mobula atau pari setan, sehingga keberadaan buku “Panduan Lapangan Identifikasi dan Pengenalan Pari Manta di Lapangan” dipandang perlu, karena
kurangnya pemahaman dalam melakukan identifikasi jenis Pari Manta di lapangan oleh pihak-pihak terkait dan masyarakat umum

Download Lampiran :  Pedoman Identifikasi Pari Manta

Pedoman Umum Monitoring Populasi Hiu Paus Di Indonesia 

Penanggung Jawab    : Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Editor                           : Agus Dermawan

Penyusun                      : Didi Sadili, Dharmadi, Fahmi, Sarmintohadi, Ihsan Ramli, Casandra Tania, Beny A. Noor, Prabowo, Heri Rasdiana, Yudha Miasto, Rian Puspitasari, Nin Tery, Marina Monintja, Syifa Annisa

ISBN                           : 978-602-7913-18-9

Penerbit                      : Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K KKP

Resensi                     :

Pedoman umum monitoring hiu paus di Indonesia disusun dengan tujuan agar dapat menjadi acuan bagi berbagai pihak terkait untuk melakukan kegiatan monitoring hiu paus di berbagai lokasi tempat hiu paus biasa muncul atau beragregasi sehingga terdapat keseragaman metode dalam pelaksanaan monitoring. Pedoman Umum Monitoring Hiu Paus ini tidak hanya memuat tentang metode monitoring yang dapat dilakukan di Indonesia, melainkan juga informasi tentang aspek biologi hiu paus. Informasi tersebut penting untuk memberikan wawasan bagi pelaku monitoring atau pun otoritas pengelola

 

Download Lampiran :  Pedoman Umum Monitoring Hiu Paus

Buku Pengenalan Jenis – Jenis Hiu Di Indonesia 

Penanggung Jawab    : Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Penulis                         : Fahmi dan Dharmadi

Penyusun                      : Didi Sadili, Sarmintohadi, Cora Mustika

ISBN                           : 978-602-7913-10-3

Penerbit                      : Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K KKP

Resensi                     :

Perairan Indonesia memilki keragaman jenis hiu yang cukup tinggi. Setidaknya 117 jenis hiu yang termasuk ke dalam 25 suku ditemukan di wilayah perairan Indonesia. Namun kondisi saat ini menunjukkan bahwa hampir seluruh jenis hiu yang bernilai ekonomis telah dihadapkan kepada ancaman kelangkaan. Upaya pengelolaan diperlukan untuk menjamin keberlanjutan sumberdaya biota perairan tersebut. Salah satunya adalah dengan melakukan pendataan sumberdaya sehingga potensinya dapat diketahui dan digunakan sebagai landasan untuk perbaikan kebijakan pengelolaannya.

Buku “Pengenalan Jenis-Jenis Hiu di Indonesia” ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pelaksanaan pendataan di lapangan, sebagai langkah awal dalam rangka mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan

Download Lampiran : BUKU PENGENALAN HIU DI INDONESIA

Buku Pengenalan Jenis – Jenis Mamalia Laut Indonesia

Penanggung Jawab    : Direktur Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan

Penulis                         : Sekar Mira

Penyusun                      : Didi Sadili, Sarmintohadi, Cora Mustika

ISBN                           : 978-602-7913-15-8

Penerbit                      : Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan, Ditjen KP3K KKP

Resensi                     :

Paling tidak ada 36 jenis mamalia laut yang ada di Indonesia, mencakup ordo Cetacea dan ordo Sirenia. Ordo cetacean yang terdiri dari sub ordo Mysticeti dan sub ordo Odontoceti. Subordo Mysticeti terdiri dari 9 jenis paus yang termasuk dalam famili Balaenopteridae. Sub ordo Odonteceti terdiri dari 5 famili yaitu: Delphinidae (18 jenis), Kogiidae (2 jenis), Phocoenidae (1 jenis), Physeteridae (1 jenis), dan Ziphiidae (4 jenis). Sedangkan ordo Sirenia hanya memiliki 1 jenis yang termasuk ke dalam famili Dungongidae

Buku ini mencakup pengenalan morfologi tubuh mamalia laut, deskripsi morfologi tiap jenis, hingga morfometri dari mamalia laut. Semoga dengan adanya buku ini dapat menjadi buku pegangan dan penunjang studi mamalia laut di Indonesia

Download Lampiran : BUKU PENGENALAN MAMALIA LAUT


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s