KKP ANALISIS KEBIJAKAN PERLINDUNGAN BAMBU LAUT (Isis hippuris)

Posted on Updated on

bambu laut keringJum’at (20/9), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan stakeholder terkait melakukan analisis  kebijakan perlindungan bambu laut (Isis hippuris). Analisis kebijakan dilakukan berkaitan dengan rencana penetapan bambu laut sebagai jenis ikan yang dilindungi oleh KKP. Mengacu pada Permen KP 03 Tahun 2010, analisis kebijakan merupakan tahapan yang harus dilakukan sebelum melakukan penetapan oleh Menteri.

Bambu laut, merupakan biota penyusun terumbu karang kedua sesudah karang batu. Bambu laut (Isis hippuris) merupakan salah satu jenis oktokoral yang hidup diperairan tropis Indo – Pasifik.  Di Indonesia jenis ini mendominasi perairan Indonesia bagian timur, terutama perairan Sulawesi, NTT, Maluku dan Papua.

Bambu laut diketahui mengandung senyawa antivirus dan banyak dimanfaatkan secara umum oleh masyarakat sebagai bahan baku farmasi.. Hewan beruas-ruas seperti bambu ini banyak diperdagangkan dan  diekspor ke Eropa, Amerika, dan sebagian Asia. Permintaan pasar terbesar adalah dari Cina dan memiliki harga yang relatif murah, yakni 500/kg di tingkat pengumpul dan 2000/kg di tingkat eksportir dalam kondisi kering.

Tingginya permintaan pasar dan mudah didapatkan,  mengakibatkan bambu laut banyak diburu dan diperdagangkan oleh masyarakat. Eksploitasi bambu laut di beberapa tempat sudah berlebihan dan sudah membahayakan ekosistem.  Disebut merusak karena metode pengambilannya mencungkil untuk mengambil koloninya sehingga merusak karang keras di bawahnya.

Hasil kajian dan survey status populasi bambu laut yang dilakukan Peneliti UNHAS dan BPSPL Makassar menunjukan bahwa populasinya sudah jarang ditemukan di perairan Sulawesi.  Gubernur Sulawesi Tengah pun telah mengeluarkan Surat Edaran larangan Pemanfaatan Bambu Laut pada Tahun 2009.

Hasil analisis yang dilakukan oleh Tim Analisis Kebijakan Ditjen KP3K yang beranggotakan para pakar merekomendasikan untuk melindungi secara terbatas bambu laut. Perlindungan terbatas yang dimaksud yakni perlindungan berdasarkan waktu, menutup sementara pemanfaatan bambu laut selama kurun waktu 5 tahun. Penutupan bertujuan untuk pemulihan dan perbaikan tata kelola (tata niaga) bambu laut. Sehingga diharapkan pasca 5 tahun pemanfaatan bambu laut dapat berkelanjutan dan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dibanding saat ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s