KENAPA IKAN HIU PERLU DILINDUNGI ?

Posted on

Penangkapan HiuPerikanan hiu (Elasmobranchii)  merupakan salah satu komoditas perikanan yang cukup penting di dunia.  Data FAO melaporkan bahwa total tangkapan ikan-ikan Elasmobranch di dunia pada tahun 1994 mencapai 731 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Negara-negara di Asia menyumbang 60% dari total tangkapan tersebut.  Empat negara di Asia, yaitu Indonesia, India, Jepang dan Pakistan berkontribusi sekitar 75% dari total tangkapan ikan hiu dan pari di wilayah Asia (Bonfil, 2002).  Berdasarkan studi dari berbagai literatur dan hasil penelitian hingga tahun 2010, telah mencatat setidaknya 218 jenis ikan hiu dan pari ditemukan di perairan Indonesia, yang terdiri dari 114 jenis hiu, 101 jenis pari dan tiga jenis ikan hiu hantu yang termasuk ke dalam 44 suku (Fahmi, 2010; 2011; Allen & Erdman, 2012).

Hiu merupakan kelompok yang dianggap paling banyak dimanfaatkan karena siripnya yang bernilai tinggi di pasaran nasional maupun internasional.  Berdasarkan data (Feretti at. all, 2008) populasi ikan hiu dunia telah mengalami penurunan yang cepat dan drastis, terutama disebabkan oleh tingginya permintaan sirip hiu di dunia.  Sampai dengan 73 juta hiu dibunuh setiap tahunnya yang sebagian besar hanya untuk mengambil siripnya saja.  Akibatnya, banyak spesies hiu, terutama jenis  hiu yang berukuran besar seperti Sphyrna spp, Rhyncodon typus telah mengalami penurunan populasi hingga 75% dan bahkan pada hiu jenis Carcharhinus longimanus mengalami penurunan populasi hingga 90%. Ironisnya, berdasarkan data FAO Indonesia masih menduduki  peringkat 1 sebagai negara pengekspor hiu dan pari dunia. Perikanan hiu di Indonesia juga dikaitkan dengan isu perikanan tuna, karena ikan hiu tertangkap sebagai by-catch dalam penangkapan tuna.  Salah satu resolusi Indian Ocean Tuna Commission (IOTC) telah merekomendasikan larangan penangkapan hiu tikus/thresher shark (Famili Alopiidae) di perairan Samudera Hindia yang merupakan wilayah IOTC. Menyikapi hal tersebut tentu dibutuhkan kebijakan tentang pengelolaan perikanan hiu yang lebih baik.

COP CITES pada bulan Maret tahun 2013 juga telah memasukkan 4 spesies hiu ke dalam daftar Appendik II CITES, yaitu : Carcharhinus longimanus, Sphyrna leweni, Sphyrna mokarran dan Sphyrna zygaena.  Ini berarti bahwa Indonesia sudah harus melakukan langkah-langkah pengelolaan yang lebih baik terhadap sumberdaya ikan hiu di Indonesia.  dengan masuknya beberapa spesies hiu ke dalam Daftar Appendik II CITES, ini berarti bahwa kegiatan penangkapan ikan hiu masih tetap diperbolehkan, dengan pengaturan yang ketat. Jauh sebelumnya, jenis Hiu Paus/Whale Shark (Rhincodon typus) dan hiu gergaji (Pristis microdon) juga telah diatur pada konvensi tersebut.

Hiu memiliki karakter biologis yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih. Kebanyakan hiu adalah termasuk hewan predator pada lingkungan terumbu karang dan lautan, mereka berada pada tingkat atas dari rantai makanan yang menentukan keseimbangan  dan mengontrol jaring-jaring makanan yang komplek di bawah mereka. AWI (2009) menerangkan bahwa sebagai predator tingkat atas, hiu  juga berperan sebagai penjaga lingkungan laut mereka.

Hiu dan pari merupakan obyek wisata bahari dengan daya tarik tertinggi antara semua jenis ikan. 1 Ekor Hiu mempunyai nilai sebagai obyek pariwisata Rp 300 juta s/d 1,8 M/tahun atau Rp 18M selama dia hidup, dibandingkan 1 Ekor Hiu yang sama mempunyai nilai sebesar Rp 1.3 juta jika dimanfaatkan untuk perdagangan daging/siripnya. Oleh karena itu penting untuk melakukan perlindungan terhadap ikan hiu, khususnya untuk beberapa jenis yang telah terindikasi mengalami penurunan populasi secara drastis.

Iklan

2 thoughts on “KENAPA IKAN HIU PERLU DILINDUNGI ?

    Fernando Christian said:
    Juni 21, 2013 pukul 3:29 pm

    bagai mana caranya untung tidak berlangganan pengiriman Pesan seperti ini Lagi ???

    Kereta Api said:
    Juni 22, 2013 pukul 4:48 pm

    Penyesuaian harga BBM pasti berat bagi rakyat. Kita berharap hal itu juga merupakan pelajaran berharga Pemerintah RI untuk lebih suka penggunaan sarana transportasi masal.
    Semoga pemerintah kita akan insyaf 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s