Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) telah dilindungi oleh Kepmen KP No 18 Tahun 2013

Posted on

Senin (20/5), Kementerian Kelautan dan Perikanan akhirnya setelah melalui proses panjang tetapkan ikan hiu paus (Rhincodon typus) sebagai jenis ikan yang dilindungi secara penuh melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 18 Tahun 2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Penuh Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus). Proses penetapan status perlindungan  ikan hiu paus ini sudah mel melalui tahapan yang diatur dalam Permen KP No. 03 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan, yang meliputi Usulan Inisiatif, Verifikasi Usulan, Analisis Kebijakan, Rekomendasi Ilmiah, dan Penetapan.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku Otoritas Kelimuan juga telah memberikan rekomendasi perlindungan penuh ikan hiu paus (Rhincodon typus) melalui surat Nomor.  2425/IPH.1/KS.02/X/2012 tanggal 12 Oktober 2012,  perihal Perlindungan Ikan Hiu Paus yang menyatakan bahwa ikan hiu paus sudah memenuhi kriteria sebagai ikan yang statusnya perlu dilindungi secara penuh sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 60 tahun 2007 tentang Konservasi Sumber Daya Ikan

Ikan hiu paus (Rhincodon typus)  atau dikenal juga dengan sebutan hiu totol atau hiu bodoh merupakan salah satu jenis ikan hiu terbesar di dunia. Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi dari ikan hiu paus, hal ini terbukti dengan seringnya jenis ikan ini ditemui dibeberapa wilayah perairan Indonesia seperti perairan Sabang, Situbondo, Bali, Nusa Tenggara, Alor, Flores, Sulawesi Utara, Maluku, dan Papua. Sepanjang tahun ikan ini dapat ditemukan di sekitar Tanjung Kwatisore, Nabire Papua dengan jumlah populasi diperkirakan sekitar 27 – 41 ekor

Penelitian mengenai jenis ikan hiu ini masih sangat minim dikarenakan sulitnya mempelajari siklus hidupnya yang cenderung migrator dan hidup soliter. Namun diperkirakan jumlahnya makin berkurang dikarenakan mudahnya ikan ini tertangkap secara tidak sengaja (bycatch) oleh nelayan karena ukurannya yang besar dan gerakannya yang lambat. Saat ini ikan hiu paus masuk ke dalam Appendiks II CITES dan juga termasuk kedalam daftar merah IUCN dengan kategori Rentan (Vulnerable), karena memiliki karakter yang spesifik seperti berumur panjang, fekunditas rendah, jumlah anakan sedikit, lambat dalam mencapai matang kelamin dan pertumbuhannya lambat, sehingga sekali terjadi over eksploitasi, sangat sulit bagi populasinya untuk kembali pulih

Hiu paus adalah predator   tingkat trofik  tinggi dalam ekosistem pesisir dan lautan terbuka. Manfaat dari penetapan status  perlindungan penuh ikan ini adalah untuk menjaga keseimbangan ekosistem (rantai makanan) perairan laut, menjaga kelestarian biota laut langka (eksotik), menjaga nilai dan keanekaragaman sumberdaya ikan dan lingkungan secara berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengembangan pariwisata bahari berbasis ikan hiu paus seperti yang dilakukan oleh Australia.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas untuk menghindari ancaman kepunahan ikan hiu paus di habitat alam dan menjaga keanekaragaman hayati jenis ikan di Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan ikan hiu paus sebagai jenis ikan dilindungi. Dengan penetapan ini, pemerintah Indonesia telah menunjukan komitmennya sebagai negara yang serius dalam upaya konservasi hiu di tingkat nasional. Seluruh upaya serius pengelolaan konservasi hiu ini diharapkan memberi dampak positif bagi pencitraan  dunia perikanan dan pariwisata Indonesia di mata dunia. Kemudian sebagai tindak lanjut dari penetapan hiu paus sebagai ikan yang dilindungi, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan melakukan kegiatan sosialisasi, pengawasan, penyusunan rencana pengelolaan dan monitoring populasi.

Sumber : http://www.kkji.kp3k.kkp.go.id

Download File Kepmen KP 18 Tahun 2013

One thought on “Ikan Hiu Paus (Rhincodon typus) telah dilindungi oleh Kepmen KP No 18 Tahun 2013

    kskbiogama said:
    Juni 13, 2013 pukul 12:15 pm

    Reblogged this on KELOMPOK STUDI KELAUTAN.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s