KKP Latih Masyarakat Di Bali Penanganan Mamalia Laut Terdampar

Posted on

BPSPL 17Perairan Indonesia merupakan salah satu jalur migrasi mamalia laut, fenomena mamalia laut terdampar merupakan salah satu indikasi yang menunjukkan adanya sesuatu yang salah dengan pengelolaan laut kita, dan merupakan hal yang serius untuk segera ditindaklanjuti dan mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah.  Penyebab terdamparnya mamalia laut (paus dan lumba-lumba) belum diketahui secara pasti, beberapa diantaranya adalah : penggunaan sonar bawah laut dan polusi suara (seismik) yang mengganggu sistem navigasi, perburuan mangsa sampai ke perairan yang dangkal, karena terluka dan karena sakit.  Kejadian pendamparan mamalia laut di perairan Indonesia cukup sering terjadi, luasnya perairan Indonesia dan minimnya pengetahuan masyarakat dan pemerintah daerah tentang mekanisme penanganan mamalia terdampar menyebabkan lambannya kegiatan penanganannya dan bahkan tidak jarang berakhir dengan kematian.

Menjawab permasalahan tersebut, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI) Dtjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama dengan stakeholders terkait telah menyusun “Pedoman Penanganan Mamalia Laut Terdampar”.  Pedoman ini menjelaskan langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam upaya penyelamatan mamalia laut yang terindikasi terdampar dan maupun yang sudah terdampar sehingga dapat digiring kembali ke perairan dalam kondisi hidup, termasuk langkah-langkah penanganan apabila mamalia yang terdampar sudah dalam keadaan mati.  Sebagai tindak lanjut dari terbitnya  Pedoman tersebut, Dit. KKJI bekerjasama dengan CI – Indonesia  melakukan kegiatan pelatihan penanganan mamalia laut terdampar di Propinsi Bali. Pelatihan yang dilaksanakan Kamis (2/5) di Pantai Sanur ini dikuti peserta dari DKP Propinsi/Kabupaten Bali, BPSPL Denpasar, BKSDA, TN Bali Barat, Polair, UNUD, LINI, TNC, WWF, CTC, Balawista, Dive Center, Safe Guard, dan media.

Pelatihan yang berlangsung selama satu hari menghadirkan pelatih dari Ocean Park Hongkong, St Andrews University, P2O LIPI, dan CI – Indonesia. Dalam pelatihan ini peserta selain diberikan materi mengenai pengenalan mamalia laut secara umum dalam bentuk klasikal, juga dilatih bagaimana menangani mamalia laut yang terdampar dengan cara simulasi di kolam renang dan di pantai. Dengan adanya simulasi penanganan mamalia laut terdampar, diharapkan kedepannya penanganan mamalia laut terdampar di Bali akan lebih baik lagi dan dapat mengurangi tingkat kematian mamalia laut akibat terdampar.

Sebagai informasi sejak tahun 1987 – 2013, di Propinsi Bali tercatat ada 37 kejadian mamalia laut terdampar seperti yang dilansir dalam www.whalestrandingindonesia.com. Dan begitu banyaknya kejadian mamalia laut terdampar di Bali, dibutuhkan peran aktif dan pelibatan semua stakeholeder terkait di Bali untuk bersama – sama secara koordinasi melakukan penyelamatan. Oleh karena itu pada pertemuan Sosialisasi dan Pembentukan Gugus Tugas Penanganan Mamalia Laut Terdampar pada 1 hari sebelumnya, Rabu (1/5) disepakati untuk menghidupkan kembali jejaring penanganan mamalia laut terdampar di Bali. Dalam pertemuan tersebut ditunjuk BPSPL Denpasar sebagai Koordinator Jaringan, BKSDA sebagai Koordinator lapangan, DKP Propinsi Bali sebagai Kordinator Logistik, dan FKH UNUD sebagai tim medis hewan.

One thought on “KKP Latih Masyarakat Di Bali Penanganan Mamalia Laut Terdampar

    Lowongan Kerja Di Bali said:
    Juli 1, 2014 pukul 8:00 am

    Sebuah artikel yang keren dan bermanfaat,terus berkarya,semoga sukses selalu!!! http://lowongankerjadibalis.blogspot.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s