KKP SUSUN PRIORITAS PENETAPAN STATUS PERLINDUNGAN JENIS IKAN

Posted on

Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan (KKJI), Ditjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bekerjasama dengan Pusat Penelitian Biologi (P2B) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) kembali mengadakan workshop prioritas penetapan status perlindungan jenis ikan terancam punah di Hotel Santika, Bogor pada bulan November ini.  Workshop prioritas penetapan status perlindungan jenis ikan ini merupakan tindak lanjut dari workshop sebelumnya yang dilaksanakan pada bulan Juli lalu di di Gedung Widyasatwaloka P2B – LIPI Cibinong, Bogor. Kegiatan Workshop Prioritas Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan Terancam Punah ini bertujuan untuk  menentukan prioritas jenis ikan terancam punah yang perlu ditetapkan status perlindungannya dan merumuskan rekomendasi tipe perlindungan spesies prioritas jenis ikan terancam punah pada masing-masing kelompok taksa, meliputi kelompok taksa Pisces, Moluska, Herpetologi, dan Crustacea.

Sebelum pelaksanaan workshop, masing – masing kelompok taksa yang beranggotakan pakar dan peneliti dibidangnya telah beberapa kali melakukan Focus Group Discusion (FGD) untuk membuat daftar jenis ikan yang terancam punah, kemudian dari daftar tersebut dilakukan penghitungan nilai keterancaman dari aspek sains (ilmu pengetahuan) dan tingkat pemanfaatan. Spesies yang memiliki nilai keterancaman  paling tinggi nantinya akan mendapat prioritas utama untuk ditetapkan statusnya menjadi jenis yang dilindungi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Untuk memperkuat dan sebagai bahan pertimbangan, spesies yang masuk dalam prioritas utama dideskripsikan dan disiapkan data dukung ilmiahnya, sehingga prinsip kehati – hatian dalam menentukan prioritas jenis ikan yang dilindungi tetap diperhatikan.

Pada Workshop kedua ini, Agus H Tjakrawidjaja perwakilan dari kelompok taksa Pisces menyampaikan bahwa dari 200 daftar jenis ikan yang terancam punah ada 7 jenis ikan yang mendapat prioritas utama untuk segera ditetapkan status perlindungannya. Tujuh jenis ikan yang mendapatkan prioritas utama meliputi jenis : Pristis microdon (hiu gergaji), Himantura oxyrhyncha(pari), Himantura signifier (pari), Neolissochilus thienemanni, Balantiocheilos melanopterus, Adryanichthys kruyti, dan Weberogobius amadi (Poso Bungu). Menurutnya Kenapa ikan hiu gergaji yang sudah dilindungi dalam PP No. 7 Tahun 1999 kembali dimasukan dalam daftar prioritas utama yang perlu dilindungi, karena dalam lampiran PP 7 Tahun 1999 nama spesiesnya ditulis Pritis spp sehingga perlu kembali diusulkan.

Jika dari kelompok taksa ikan diusulkan 7 jenis yang mendapat prioritas utama, dari kemopok herpetologi diusulkan 11 jenis yang mendapat prioritas utama. Menurut Mumpuni, perwakilan dari kelompok taksa herpetologi jenis yang mendapat prioritas utama untuk ditetapkan status perlindungannya meliputi jenis Barbourula kalimantanensi(katak kalimantan), Ingerophrynus claviger, Leptophryne cruentata(kodok merah), Chelodina gunaleni(kura – kura leher panjang gunalen), Chelodina mccordi(Kura – Kura berleher Pulau Rote), Chelodina reimanni, Leucocephalon yuwonoi(kura – kura hutan pulau sulawesi), Pelochelys cantorii, Amyda cartilaginea(labi – labi), dan Cuora amboinensi. Dari kelompok taksa moluska jenis moluska endemik di danau poso dan towuti mendapat prioritas utama untuk mendapatkan status perlindungannya, namun direkomendasikan perlindungannya dalam bentuk perlindungan kawasan (konservasi kawasan).

Kemudian Daftar prioritas utama jenis ikan terancam punah tersebut akan disusun kedalam suatu buku putih yang akan selalu di update untuk kemudian disampaikan P2B LIPI selaku otoritas keilmuan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan selaku otoritas pengelola konservasi sumber daya ikan. Namun demikian Kementerian Kelautan dan Perikanan tidak akan langsung menetapkan status perlindungan jenis yang mendapat prioritas utama tersebut, tetapi akan menyusun analisis kebijakan status perlindungannya terlebih dahulu. Semoga dengan disusunnya daftar prioritas penetapan status perlindungan jenis ikan yang terancam punah, sumber daya ikan di Indonesia dapat tetap lestari dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s