PENANGANAN PAUS YANG TERDAMPAR

Posted on

Baru – baru ini kita kembali dikejutkan dengan berita terdamparnya seekor paus di dipantai Sidayu, Desa Sidayu, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Ikan paus yang mempunyai panjang 10 meter ini ditemukan nelayan dalam kondisi mati tidak jauh 25 meter dari bibir pantai. Beberapa waktu ini memang banyak fenomena terdamparnya biota laut langka berukuran besar jenis paus dan hiu paus (hiu totol/hiu lintang) terdampar di beberapa tempat dan lokasi dalam waktu berdekatan di perairan Indonesia. Kejadian yang belum lama terjadi adalah pada Tanggal 1 Oktober 2012, sebanyak 48 ekor paus pemandu sirip pendek (Globicephala macrorhynchus)  dengan panjang 4 – 5 meter terdampar di Desa Deme Pulau Sabu, NTT. Hasil penyelamatan, sebanyak 3 ekor diantaranya berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke laut.

Satu kondisi yang sungguh memprihatinkan, umumnya mamalia laut terdampar  yang rawan terdampar tersebut, selain statusnya dilindungi, jumlah populasinya di habitat alam juga mengalami ancaman yang serius.  Angka kematian yang disebabkan karena kejadian terdampar ini akan berpengaruh kepada regenerasi spesies tersebut, karena umumnya biota ini membutuhkan waktu yang alam untuk mencapai usia matang kelamin.

Untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi mamalia laut terdampar  dapat kembali hidup di alam bebas, maka diperlukan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang langkah-langkah apa yang harus mereka lakukan untuk mengurangi tingkat kematian mamalia laut terdampar. Berikut panduan penanganan mamalia laut terdampar yang diambil dari  SOP Indonesia Marine Mammal Resecue.

Mamalia Laut Terdampar Hidup

PRA – EVAKUASI

  1. Terlebih dahulu IDENTIFIKASI ciri mamalia laut tersebut, panjang, dan lebarnya – sedapat mungkin lakukan identifikasi spesies.
  2. TEMU KENALI tanda-tanda luka, dan hitung waktu bernafasnya, hal tersebut dapat memberikan gambaran tingkat stress dari mamalia tersebut;
  3. Selama menunggu bantuan – buatlah tenda untuk menutupi tubuh mamalia laut tersebut agar terlindung dari sinar matahari;
  4. BERHATI_HATI dengan bagian gigi dan ekor mamalia laut tersebut JANGAN MELAKUKAN TINDAKAN YANG MEMBAHAYAKAN DIRI ANDA. Whales and dolphins adalah mamalia yang sangat kuat dan mereka membawa penyakit (bakteri, dll) yang dapat berpindah ke manusia.
  5. JANGAN memberi makan mamalia laut tersebut;
  6. JANGAN menarik ekor mamalia laut;
  7. TETAP sirami tubuh mamalia laut tersebut dengan air laut. BERHATI -HATI saat menyiramkan air laut keseluruh tubuh mamalia laut, jangan sampai air laut masuk kesaluran pernafasannya;
  8. LAKUKAN pendokumentasian digital.

EVAKUASI

Cara melakukan evakuasi kembali ke laut terbagi atas 2, yaitu

  1. Mamalia dengan panjang kurang dari 2 meter dan lebar kurang dari 1 meter
  • Berikan PERTOLONGAN PERTAMA, misalnya dirikan tenda pelindung agar terhindar dari panas matahari, selimuti dengan handuk basah, dll.
  • BANTU mamalia laut tersebut untuk berada dalam posisi dada di bagian bawah, sedapat mungkin berada di dalam air;
  • Bila mamalia laut tersebut berada di daratan, sebelum diangkat ke laut terlebih dahulu selimuti tubuhnya dengan selimut atau handuk basah. Upayakan agar tubuh mamalia laut tersebut tetap basah dengan menyiramnya dengan air laut secara hati-hati. GUNAKAN terpaulin untuk mengangkatnya secara bersama-sama. JANGAN menarik atau menyeret ekornya karena akan mengakibatkan luka serius dan ketidakmampuan untuk berenang;
  • JANGAN membungkus atau membiarkan air masuk ke bagian blowhole (nostril) yang terletak di bagian atas kepala mamalia laut tersebut. Tindakan tersebut dapat berakibat stress bahkan kematian mamalia laut;
  • Semua kegiatan yag dilakukan di sekitar mamalia laut harus dilakukan dengan HATI-HATI, LEMBUT dan TENANG – TIDAK BOLEH BISING. Kebisingan dan gangguan lainnya akan membuat mamalia laut tersebut stress;
  • Saat mengangkat tubuh mamalia laut tersebut, lakukan secara bersama-sama dengan tenang dan hati-hati;
  •  Mamalia laut dapat dikembalikan ke laut bila kondisinya sehat, atau di bawa ke pusat rehabilitasi terdekat untuk proses perawatan seblum di kembalikan ke laut;
  • Saat menangani mamalia laut, HINDARI daerah ekornya karena dapat mengakibatkan luka serius. Selain itu, HINDARI menghirup udara bekas nafasnya sebab dapat mengandung bakteri;
  • CATAT deskripsi detai kondisi mamalia laut saat dipindahkan, termasuk kecepatan bernafas, dan kondisi lingkungan di lokasi tersebut; TETAP menjaga kontak dan mengurangi suara serta gangguan lain seminim mungkin;
  • LAKUKAN pendokumentasian digital.
  • Mengembalikan mamalia laut yang terdampar hidup ke laut lepas tanpa memberikan pertolongan pertama dari personel yang memiliki kemampuan untuk melakukannya dapat saja berakibat fatal bagi mamalia laut tersebut
  1. Mamalia laut dengan panjang lebih dari 2 meter dan lebar lebih dari 1 meter
  • Bantu mamalia laut tersebut untuk berada dalam posisi dada di bagian bawah, sedapat mungkin berada di dalam air;
  •  Bila ada bagian tubuh yang berada di luar air, upayakan untuk menyiram air laut secara perlahan di bagian tubuh tersebut. HINDARI masuknya air ke dalam saluran pernafasan;
  • GUNAKAN jaring untuk menyelimuti tubuh mamalia laut tersebut. Biarkan bagian ekor tidak tertutup oleh jaring. JANGAN menarik atau menyeret ekornya karena akan mengakibatkan luka serius dan ketidakmampuan untuk berenang;
  • JANGAN membungkus atau membiarkan air masuk ke bagian blowhole (nostril) yang terletak di bagian atas kepala mamalia laut tersebut. Tindakan tersebut dapat berakibat stress bahkan kematian mamalia laut;
  • Semua kegiatan yag dilakukan di sekitar mamalia laut harus dilakukan dengan hati-hati, lembut dan tenang – tidak boleh bising. Kebisingan dan gangguan lainnya akan membuat mamalia laut tersebut stress;
  • Mamalia laut dapat dikembalikan ke laut bila kondisinya sehat, atau di bawa ke pusat rehabilitasi terdekat untuk proses perawatan seblum di kembalikan ke laut; Saat menangani mamalia laut, HINDARI daerah ekornya karena dapat mengakibatkan luka serius. Selain itu, HINDARI menghirup udara bekas nafasnya sebab dapat mengandung bakteri;
  • Setelah diselimuti dengan jaring, mamalia laut tersebut dapat di tarik oleh kapal untuk dikembalikan ke laut dalam. HATI-HATI jangan sampai mencederai bagian ekornya.
  • LAKUKAN pendokumentasian digital.

PASKA-EVAKUASI

  • CATAT deskripsi detai kondisi mamalia laut saat dipindahkan, termasuk kecepatan bernafas, dan kondisi lingkungan di lokasi tersebut;
  • TETAP menjaga kontak dan mengurangi suara serta gangguan lain seminim mungkin;
  • LAKUKAN pendokumentasian digital;
  • Mengembalikan mamalia laut yang terdampar hidup ke laut lepas tanpa memberikan pertolongan pertama dari personel yang memiliki kemampuan untuk melakukannya dapat saja berakibat fatal bagi mamalia laut tersebut.

Mamalia Laut Terdampar Mati

Yang harus dilakukan saat melakukan tindakan disposal untuk mamalia laut yang terdampar mati:

  1. CATAT detail jenis mamalia laut tersebut, jenis kelamin, panjang, lebar,kondisi mamalia laut saat itu, lokasi, waktu dan kondisi alamiah saat itu (angin, arus, dll);
  2.  LAKUKAN pendokumentasian digital (photo, dll)
  3. Pilihan tindakan yang sesuai dengan prinsip DO NO HARM adalah menenggelamkan mamalia laut yang telah mati tersebut;
  4. TUTUPI bangkai mamalia laut tersebut dengan jaring;
  5. PINDAHKAN tubuh bangkai mamalia ke laut lepas. Minimum kedalaman 20 meter.
  6. TUSUK di bagian perut dan bagian bagian tubuh yang lain agar MENGELUARKAN GAS sehingga bangkai tersebut tidak meledak;
  7. BERIKAN PEMBERAT sesuai kebutuhan bangkai mamalia tersebut. Misal; Sperm whale seberat 3 ton membutuhkan kurang lebih 5 sampai 6 Ton pemberat agar dapat tenggelam;
  8. BERI TANDA LOKASI penenggelaman agar proses dekomposisi dapat dipantau.

INGAT: Bangkai mamalia laut mengandung bakteri berbahaya bagi tubuh manusia dan binatang peliharaan. Bangkai mamalia laut tidak boleh dikonsumsi oleh manusia dan binatang peliharaan. Sedapat mungkin kurangi kontak langsung dengan bangkai mamalia laut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s