KKP Susun Rencana Aksi Pengelolaan Ikan Terubuk (Tenualosa macrura)

Posted on

Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai potensi kekayaan sumberdaya alam dengan tingkat keanekaragaman yang tinggi. Salah satu potensi sumber daya alam tersebut adalah ikan terubuk (Tenualosa macrura). Ikan terubuk merupakan jenis ikan peruaya, hidup di perairan laut dan beruaya ke perairan tawar untuk melakukan pemijahan. Ikan terubuk merupakan jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, terutama telur ikan terubuk.

Sejalan dengan meningkatnya jumlah populasi manusia dan peningkatan kebutuhan terhadap sumber daya hayati laut telah mengakibatkan menurunnya populasi beberapa biota perairan, termasuk populasi ikan terubuk. Pemanfaatan ikan terubuk secara berlebihan(over fishing) dan kerusakan lingkungan telah menyebabkan penurunan populasi ikan terubuk secara drastis.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk menjaga agar populasi ikan terubuk tidak mengalami kepunahan, dengan tetap memperhatikan kepentingan pemanfaatan potensi ekonominya oleh masyarakat. Selain mempunyai nilai ekonomi yang tinggi, ikan terubuk juga mempunyai nilai historis bagi masyarakat di Kabupaten Bengkalis, sehingga pada tahun 2010 terbitlah Peraturan Bupati yang mengatur perlindungan habitat dan pengaturan pemanfaatan ikan terubuk di Kabupaten Bengkalis. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor Per.59/Men/2011 juga menetapkaan ikan terubuk (Tenualosa macrura) sebagai jenis ikan yang dilindungi secara terbatas.
Untuk melakukan pengelolaan berkelanjutan ikan terubuk diperlukan kerjasama program antar instansi terkait, hal ini disebabkan karena wilayah penyebaran ikan terubuk tidak hanya terdapat di perairan Bengkalis tetapi juga terdapat di perairan kabupaten lainnya yang bersebelahan. Tingginya pencemaran di perairan sepanjang Sungai Siak telah menyebabkan ancaman serius bagi kelangsungan ikan terubuk di wilayah tersebut, sehingga diperlukan kerjasama lintas sektor dan lintas wilayah.

Sesuai dengan Pasal 25 Ayat 3 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 03 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan, berdasarkan penetapan status perlindungan jenis ikan, Dirjen melakukan pengumuman dan sosialisasi dan pengelolaan berkelanjutan. Oleh karena itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan tengah menyusun Strategi dan Rencana Aksi Pengelolaan Ikan Terubuk sebagai tindak lanjut dari penetepan ikan terubuk sebagi jenis ikan dilindungi. Menurut Syamsul Bahri Lubis, Kasubdit Pemanfaatan Kawasan dan Jenis Ikan Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Ditjen KP3K, Dokumen Rencana Pengelolaan Ikan Terubuk ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pihak-pihak terkait dalam mendukung program pengelolaan berkelanjutan ikan terubuk di Indonesia. “ NPOA ikan terubuk ini nanti akan ditetapkan melalui SK Dirjen KP3K sebagai payung hukumnya” katanya pada pembahasan draft NPOA Ikan Terubuk, Rabu (17/10), bertempat di Gran Alia Prapapatan Jakarta Pusat. Beliau mengatakan Visi dari NPOA ikan terubuk ini adalah “Terjaminnya keberadaan dan ketersediaan sumberdaya ikan terubuk untuk kesejahteraan dan kebanggaan masyarakat di masa sekarang dan masa yang akan datang”. Sedangkan misinya adalah 1) Memastikan pemanfaatan sumberdaya ikan terubuk dilakukan secara lestari dengan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan konservasi; 2) Menjaga dan meningkatkan kualitas habitat ikan terubuk (perairan Selat Bengkalis dan Sungai Siak sebagai daerah pemijahan, daerah mencari makan dan daerah asuhan) yang mendukung keberlanjutan sumberdaya ikan terubuk di habitat alam; 3) Meningkatkan dan mensinergikan program penelitian ikan terubuk untuk menghasilkan inovasi dan teknologi yang mendukung keberlanjutan sumberdaya ikan terubuk; 4) Menghidupkan dan memperkuat kearifan lokal serta peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian dan kesinambungan sumberdaya ikan terubuk.

Penyusunan Rencana Aksi Pengelolaan Ikan Terubuk sebelumnya telah melalui konsultasi publik di Kabupaten Bengkalis pada bulan Mei 2012. Bahkan menurut Heru Wahyudi anggota DPRD Bengkalis, beliau menyambut baik dan mendukung disusunnya Rencana Aksi Pengelolaan ikan Terubuk. “Harus ada satgas konservasi yang akan mengkoordinasi rencana aksi pengelolaan ikan terubuk yang dikoordinir oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan dan bersekretariatan di Kabupateng Bengkalis, Riau “ katanya dalam pembahasan draft NPOA ikan terubuk.

Didalam dokumen rencana aksi pengelolaan ikan terubuk yang akan berlaku selama 5 tahun ini juga memuat rencana revitalisasi kearifan lokal “semah” ikan terubuk. Nilai-nilai kearifan lokal seperti semah terubuk, saat ini tidak lagi berlangsung. Dari beberapa informasi yang diperoleh, penyebabnya adalah: pertama, sulitnya memenuhi persyaratan dalam melaksanakan upacara ini, seperti menghadirkan sejumlah batin-batin yang berasal dari keturunan Datuk Laksamana Raja Di Laut yang pada saat ini sudah tidak ada lagi. Kedua, besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan upacara semah tersebut dan ketiga, kurangnya kepercayaan banyak orang akan upacara ini dapat menghasilkan ikan terubuk menjadi melimpah. Padahal dari semah terubuk ini tersimpan nilai-nilai pelestarian atau konservasi terhadap ikan terubuk yang sudah dilakukan oleh orang-orang terdahulu.

Mengingat betapa pentingnya dokumen rencana aksi pengelolaan ikan terubuk bagi semua para stakeholder terkait baik yang aktif secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya konservasi ikan terubuk dan habitatnya, dan/atau yang kebijakannya bisa mempengaruhi kelestarian ikan terubuk dan habitatnya. Maka diharapkan pada tahun ini Dokumen NPOA ikan terubuk sudah ditetapkan oleh SK Dirjen Kelautan, Pesisir, dan Pulau – Pulau Kecil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s