2000 EKOR UNTUK KUOTA TANGKAP IKAN NAPOLEON DI INDONESIA TAHUN 2012

Posted on

Ikan Napoleon Wrasse (Cheilinus undulatus)  merupakan ikan karang berukuran besar anggota dari familia Labridae, dengan ukuran bisa mencapai 2 m dan berat 190 kg. Ikan ini mempunyai pola reproduksi hermaprodite protogini dengan sebaran di wilayah perairan india-pasifik (Sadovy et al., 2003). Ikan napoleon merupakan jenis ikan karang yang mempunyai daya tarik menarik bagi para penyelam untuk menikmati wisata alam bawah laut. Namun menurut Sadovy et. al (2007) akibat dampak penangkapan berlebih untuk perdagangan ikan karang hidup, ikan napoleon rentan (vulnerable) mengalami kepunahan. Penangkapan ikan napoleon umumnya menggunakan racun sianida dan merusak ekosistem terumbu karang. Penurunan drastis diberbagai tempat menyebabkan ikan napoleon dimasukkan ke dalam daftar CITES appendix II pada tahun 2004.

Spesies yang masuk dalam Appendiks II diatur pemanfaatan dengan prinsip Non Detrimental Findings (NDF) yang sesuai dengan isi Article IV CITES. Prinsip NDF tersebut dimaksudkan untuk menjamin bahwa perdagangan internasional yang dilakukan tidak akan merusak populasi spesies tersebut dialam. NDF salah satunya diterjemahkan dalam bentuk sistem kuota tangkap dan kuota ekspor serta pengaturan peredaran, perlindungan, dan konservasi jenis tersebut. Selain itu khusus untuk jenis ikan Napoleon, Ekspor hanya diperbolehkan melalui udara yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta dan  Bandara Internasional Ngurahrai – Bali, serta hanya diperbolehkan dalam kondisi hidup. Kemudian ukuran yang boleh diekspor, ukuran 1 – 3 kg (Perdirjen Perikanan Nomor HK.330/Dj.8259/95).

Tabel  Kuota perdagangan ikan Napoleon menurut tahun

No

Tahun

Quota

Realisasi

Sisa

1

2005

8.000

5.320

2.680

2

2006

8.000

5.970

2.030

3

2007

8.000

6.228

1.772

4

2008

7.200

3.809

3.391

5

2009

8.000

4.220

3.780

6

2010

5.400

3.810

1.590

7

2011

3.600

970

2.630

Sumber: Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Kehutanan

Pada tahun 2012 ini, LIPI selaku Otoritas Kelimuan telah merekomendasikan  tangkap ikan Napoleon sejumlah 2000 ekor, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 3600 ekor. Penurunan jumlah kuota tangkap ini untuk perbaikan manajemen dengan memaksa ekspor melalui udara karena banyak sumber yang menyebutkan bahwa perdagangan illegal ikan Napoleon Wrasse dalam jumlah besar melalui jalur laut sampai dengan saat ini masih terus berlangsung. Penurunan jumlah kuota tangkap ini juga terkait dengan rekomendasi ilmiah LIPI ke Otoritas Pengelola Konservasi Sumber Daya Ikan (Kementerian Kelautan dan Perikanan) untuk melakukan  perlindungan penuh ikan Napoleon selama 10 tahun. Rancangan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan tentan Penetapan Perlindungan Penuh Ikan Napoleon saat ini sedang disusun oleh Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan.

Dengan adanya penurunan kuota tangkap ikan Napoleon ini diharapkan terjadi perbaikan sistem manajemen dan perbaikan populasi ikan Napoleon di habitatnya, sehingga kelestarian sumber daya ikan Napoleon dapat terjaga dan berkelanjutan.

3 thoughts on “2000 EKOR UNTUK KUOTA TANGKAP IKAN NAPOLEON DI INDONESIA TAHUN 2012

    urif syarifudin said:
    Maret 22, 2012 pukul 4:38 pm

    terima kasih atas tulisannya tentang napoleon, sangat membantu kerja saya di bpspl makassar, tolong kalo ada literatur tentang ikan napoleon di email dong, buat bantu kerja urus napoleon di wilayah sulawesi, terima kasih sebelumnya

    jensi said:
    September 25, 2012 pukul 12:11 pm

    Thx infonya mas bowo. Kalau boleh tahu mas staff di KKP kah?
    Menarik melihat data perbandingan Quota dan realisasinya. Menurut mas Bowo, apa ini mengindikasikan bahwa stock ikan napoleon sebenarnya mmg sudah jauh sekali dibawah quota. Kesimpulannya, quota yg dibuat oleh LIPI tidak realistis dan mengancam populasi napoleon di Indonesia. Kenyataannya, di alam sendiri, kalau diving bisa ketemu napoleon itu adalah ‘mukjizat’ krn sangat sangat jarang sekali, itupun harus jauh ke indonesia timur baru ada.

      Prabowo Bukan Subianto responded:
      September 30, 2012 pukul 2:57 am

      Benar, penetapan kuota napoleon berdasarkan hasil survey LIPI dengan IUCN pada tahun 2005. Potensi napoleon secara keseluruhan di indonesia belum diketahui secara pasti, butuh survey populasi di berbagai perairan yang diduga terdapat napoleon. jika kita berkunjung ke kepulauan anambas kita akan melihat potensi ikan napoleon yang sangat besar dan yang anehnya pada tahun2 sebelumnya tidak pernah mendapat kuota dan luput dari pemantauan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s