BANGGAI CARDINAL FISH AKAN DILINDUNGI SECARA TERBATAS

Posted on Updated on

Selain meyimpan potensi keindahan alam bawah laut yang sangat mempesona, Sulawesi tengah khususnya wilayah Banggai Kepulauan menyimpan salah satu kekayaan dunia yang sangat langka, yakni adanya spesies ikan hias berbentuk pipih dengan warna belang hitam-kuning dan ekornya terbelah dua seperti Burung Walet, spesies ini tidak terdapat di daerah lain di bumi ini selain terdapat Banggai yaitu “Banggai Cardinal Fish” atau juga dikenal dengan nama lokal ikan Capungan Banggai (Pterapogon keuderni).

Ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni) merupakan jenis ikan hias air laut  Endemik Indonesia yang hanya ditemukan di perairan Sulawesi dengan populasi terbesar di perairan Banggai Kepulauan.  Ikan Capungan Banggai merupakan salah satu potensi ekonomi yang harus dikelola dengan baik, sehingga dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi masyarakat di masa sekarang dan masa yang akan datang.  Saat ini penangkapan ikan Capungan Banggai merupakan salah satu sumber  pendapatan bagi masyarakat yang bermukim di Banggai Kepulauan.

Tingginya permintaan ikan Capungan Banggai di pasar luar negeri telah menyebabkan masyarakat mengambil ikan Capungan Banggai dalam jumlah besar di habitat alam, hal ini akan apabila terus berlangsung akan menyebabkan ancaman kepunahan ikan Capungan Banggai.   Tingginya tekanan penangkapan tidak hanya mengancam kelestarian ikan Capungan Banggai tetapi juga menyebabkan kerusakan habitat yang merupakan tempat hidup dan berkembang biak ikan Capungan Banggai.

Tahun 2007 ikan Capungan Banggai pernah diusulkan untuk masuk dalam Appendik II CITES, namun Indonesia masih dapat mengantisipasi sehingga sampai dengan saat ini ikan Capungan Banggai tidak dimasukkan dalam Appendik II CITES.  Apabila tidak dilakukan pengelolaan yang lebih baik bukan tidak mungkin di masa yang akan datang ikan Capungan Banggai dimasukkan dalam Appendik CITES.  Pengelolaan yang lebih baik sangat diperlukan agar keberadaan dan kelestarian ikan Capungan Banggai masih tetap dapat dipertahankan dan masyarakat masih tetap dapat memanfaatkan dengan cara-cara yang ramah lingkungan dan tetap memperhatikan aspek kelestarian sumber daya ikan Capungan Banggai.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka pemanfaatan berkelanjutan ikan Capungan Banggai adalah dengan melakukan upaya perlindungan dengan penetapan statusnya menjadi jenis ikan dengan Perlindungan Terbatas, sehingga masyarakat masih bisa memanfaatkan ikan Capungan Banggai sebagai sumber pendapatan dengan bebetapa ketentuan pembatasan, diantaranya membatasi ukuran ikan yang boleh ditangkap, sehingga memberikan peluang kepada ikan Capungan Banggai untuk berkembang biak.

Melalui surat Nomor : 523.870/29/DISLUTKAN/2011 tanggal 28 Februari 2011 tentang usulan inisiatif status perlindungan ikan Capungan Banggai (Pterapogon kauderni), Bupati Banggai Kepulauan telah mengusulkan kepada Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menetapkan Ikan Capungan Banggai sebagai jenis ikan yang dilindungi secara terbatas. Sebagai tindak lanjut surat usulan tersebut, Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Ditjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sulawesi Tengah pada tanggal 13 september 2011 kemarin melakukan kegiatan konsultasi publik di Desa Bone Baru, Banggai Kepulauan. Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Direktorat Kawasan Konservasi dan Jenis Ikan, Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi  Sulawesi Tengah, Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Banggai Kepulauan, Stasiun Karantina Ikan, Badan Lingkungan Hidup Kab. Banggai Kepulauan, Perguruan Tinggi, Kepala Desa Bone Baru, Tokoh Masyarakat Desa Bone Baru, BCF Center, Yayasan LINI, dan Nelayan Penangkap BCF menyepakati  perlu segera  dibuat regulasi  perlindungan terbatas  ikan Capungan Banggai yang mengacu kepada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 03 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan Jenis Ikan. Perlindungan terbatas ikan Capungan Banggai meliputi : Larangan penangkapan dan perdagangan ikan diatas > 4 cm, kecuali untuk kegiatan penelitian. Pemanfaatan ikan dengan ukuran < 4cm  diatur melalui sistim kuota”.

Secepatnya sebagai bagian dalam tahapan penetapan status perlindungan terbatas, Kementerian Kelautan dan Perikanan akan menyusun dokumen analisis kebijakan dan mengajukan permohonan Rekomendasi Ilmiah Ke LIPI. Jika hasil rekomendasi ilmiah LIPI menyatakan ikan ini telah memenuhi kriteria sebagai jenis ikan yang dilindungi secara terbatas sesuai dengan PP No. 60 Tahun 2007, maka Kementerian Kelautan dan Perikanan selaku Management Authority Konservasi Sumberdaya Ikan akan menetapkan ikan Capungan Banggai sebagai jenis ikan yang dilindungi secara terbatas.

Iklan

2 thoughts on “BANGGAI CARDINAL FISH AKAN DILINDUNGI SECARA TERBATAS

    An Rangkong said:
    September 21, 2011 pukul 8:38 am

    harapan kita smoga upaya pelestarian (BCF) sesuai apa yg di ingginkan sehigga tetap lestari….

    An Rangkong said:
    September 21, 2011 pukul 9:00 am

    harapan kita semoga upaya pemerintah untuk pelestarian Bangggai Cardinal Fish (BCF),sesuai apa yg diinginkan,sehingga tetap lestari…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s