BEBERAPA JENIS IKAN AIR TAWAR JAWA BARAT LANGKA DAN TERANCAM PUNAH

Posted on Updated on

Workshop Konservasi Jenis Ikan-Bandung, 10-11 Mei 2011

 “Indonesia merupakan negara yang berada di pusat keanekaragaman hayati dunia, termasuk kedalam segitiga karang dunia (Coral Triangle Initiative), namun berdasarkan hasil kajian sudah mengalami degradasi kuantitas dan kualitas keanekaragaman hayati lautnya” ujar Syamsul Bahri Lubis, A. Pi, MM Kasubdit Konservasi Jenis Ikan Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam pemaparanya pada Workshop Konservasi Jenis Ikan yang diadakan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat tanggal 10-11 Mei 2011.

Meningkatnya kebutuhan manusia dan tekanan terhadap lingkungan khususnya sumberdaya ikan, mengakibatkan terjadinya penurunan populasi beberapa biota perairan. Hal ini menyebabkan beberapa biota perairan menjadi langka dan terancam punah. Kondisi seperti ini pun terjadi di wilayah perairan laut dan sungai di Jawa Barat. Mengutip apa yang disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, Ir H Ahmad Hadadi, M. Si, bahwa degradasi sumber daya pesisir dan Laut serta PU, dan konflik pemanfaatan dan kewenangan memberikan dampak terancam punahnya ikan endemik serta jenis-jenis ikan lainnya yang ada di pesisir dan laut serta wilayah perairan umum. Berdasarkan informasi yang berkembang dalam workshop jenis ikan di Bandung, jenis-jenis ikan seperti ikan kancra, paray, kehkel, dan genggehek mulai langka ditemukan di perairan umum Jawa Barat. Seperti juga yang dilansir koran Kompas yang disampaikan Enclave dalam pemaparanya bahwa beberapa jenis ikan di sungai Citarum mulai punah. Untuk mengatasi penurunan populasi yang terus menerus dan mengantisipasi atau jangan sampai terlambat dalam penyelamatan jenis ikan ini dimasa yang akan datang, maka perlu dilakukan upaya konservasi jenis-jenis ikan tersebut, yaitu dengan penetapan status perlindungan jenis ikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 03 Tahun 2010 tentang Tata Cara Penetapan Status Perlindungan harus dilakukan melalui berbagai tahapan, yaitu usulan insiatif (orang perseorangan, kelompok masyarakat, lembaga penelitian, LSM, lembaga pendidikan dan lembaga pemerintah), verifikasi usulan (Tim verifikasi Dirjen KP3K), analisis kebijakan (Dirjen KP3K), rekomendasi ilmiah (LIPI) dan penetapan status oleh menteri. Seperti yang disampaikan Syamsul Lubis Bahri, bahwa tujuan workshop konservasi jenis ikan ini adalah untuk menginventarisasi jenis-jenis ikan endemik, langka, terancam punah, reproduksi rendah dan mengalami penurunan populasi di perairan Jawa Barat. Sehingga diharapkan adanya rumusan daftar spesies yang menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti status pelindungannya.

Untuk mendukung upaya konservasi jenis ikan seperti yang dikemukakan Prof. Rahardjo Dosen FPIK IPB, diperlukan beberapa data dasar meliputi: nama spesies dan ciri morfologis, distribusi dan struktur populasi, reproduksi dan pertumbuhan, lingkungan, dan interaksi biotik. Oleh karena itu pengetahuan dan penelitian di bidang Iktiologi (biologi laut) memainkan peranan penting dalam mengantisipasi dan meminimalkan kepunahan keanekaragaman jenis ikan akibat perubahan iklim global dan faktor destruktif. Namun kita tidak harus menunggu untuk menyelamatkan sumberdaya ikan di negara kita, prinsip save it-use it-study it perlu diterapkan dalam upaya konservasi jenis ikan.

Tabel Perkembangan Status Berbagai Jenis Ikan Langka Asli Sungai Jawa Barat


4 thoughts on “BEBERAPA JENIS IKAN AIR TAWAR JAWA BARAT LANGKA DAN TERANCAM PUNAH

    ione perikanan said:
    Mei 31, 2011 pukul 4:16 pm

    da pa gk ikan di indonesia yg sudah punah?
    klu da tlg di muat fotonya dan nma spesiesnya, trims

    taufik katamso said:
    Desember 24, 2011 pukul 10:52 am

    Salam kenal Pak Prabowo
    Nama saya taufik katamso (facebook ; katamso bani gasda) saat ini saya beserta beberapa warga masyarakat Kab Purbalingga Jawa Tengah tengah merintis upaya pelestarian habitat sungai didaerah kami. Harapan kami adalah membuat satu sungai percontohan yang bersih dari sampah, memiliki banyak ikan endemik dan tidak diganggu atau ditangkap menggunakan apotas maupun setrum. Keinginan itu ternyata disambut baik oleh warga sekitar sungai dan komunitas pemancing didaerah kami.

    Dalam upaya tersebut kami berharap kepada pak prabowo bersedia berbagi ilmunya dengan kami. Sharing informasi seputar jenis2 ikan dan lainnya.

    Sebagai contoh sekitar 20 tahun lalu (usia saya sekarang 36 thn) saya masih menjumpai ikan uceng yang warnanya bukan belang hitam dan abu-abu tapi belang hitam dan oranye, bagus sekali, kami biasa menyebutnya carang weling, namun saat ini sudah tidak terlihat lagi. Juga urang jambe (udang jambe) udang sungai air tawar yang warna nya (jantan) merah marun. Ikan ‘bujur bosok’ seperti ikan sili tapi mulut tidak lancip dgn corak totol2 kemerah-merahan, dan ikan mara soca, seperti wader besar dgn sirip merah dan badan perak gelap.

    Demikian sedikit curhatan saya, maaf telah merepotkan.

    Taufik Katamso
    0857 2106 5111

      Prabowo Bukan Subianto responded:
      Januari 11, 2012 pukul 2:57 am

      pada inisiasi awal mungkin bisa dibuatkan perdes mengenai kawasan pelestarian dan membentuk kelompok masyarakat pengawasan, kemudian untuk langkah selanjutnya dengan menjadikan kawasan tersebut menjadi suaka perikanan, bapak mungkin bisa berdiskusi terlebih dahulu dengan dinas kelautan dan perikanan setempat di bidang KP3K atau konservasi

    Taufik Katamso said:
    Oktober 2, 2013 pukul 1:09 am

    mohon gambaran tentang ikan bujur bosok dan marasoca. trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s