URGENSI STATUS PERLINDUNGAN TERBATAS IKAN BANGGAI CARDINAL DAN IKAN TERUBUK

Posted on Updated on

Masih segar ingatan kita pada saat COP ke-14 CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) di Belanda pada tahun 2007, ikan Banggai Cardinal Fish (Pterapogon kauderni) diusulkan oleh negara Amerika untuk dimasukan kedalam Appendiks II CITES. Jika seluruh negara peserta COP pada saat itu menyetujui dimasukannya Banggai Cardinal Fish kedalam Appendiks II CITES maka perdagangan internasionalnya akan diatur mengikuti ketentuan CITES. Biota yang masuk kedalam Appendiks II CITES, perdagangan internasionalnya diperbolehkan dengan kontrol (kuota). Keuntungannya adalah adanya regulasi internasional mengenai perdagangan ikan Banggai Cardinal yang efektif dan konsisten bagi konservasi dan pemanfaatan yang lestari, serta terjaminnya kerjasama internasional tentang perdagangan dan konservasi ikan Banggai Cardinal.


Ikan Banggai Cardinal atau ikan Capungan Banggai merupakan jenis ikan endemik yang hanya terdapat di perairan Banggai Kepulauan, provinsi Sulawesi Tengah. Ikan ini termasuk kedalam suku Apogonidae, bangsa Perciformes dan kelas Actinoptergyii. Menurut Poernomo et al. (2003), umumnya ikan ini hidup disekitar pantai karang dan rumput laut. Namun, ada juga yang hidup di daerah pasang surut yang dangkal dan perairan yang lebih dalam. Beberapa jenis Apogonidae lebih suka hidup di perairan payau atau di perairan tawar yang berjarak beberapa mil dari laut. Ikan ini secara positif bersimbiosis dengan bulu babi dan anemon.

Ikan Banggai Cardinal merupakan sumberdaya perikanan yang memiliki nilai komersial yang cukup tinggi. Penangkapan dan perdagangan untuk akuarium dimulai sejak tahun 1995, dan diperkirakan pada tahun 2001-2004 diperdagangkan dengan jumlah individu 700.000-900.000 ikan per tahun (Vagelli, 2005). Adanya pengambilan berlebih; fekunditas rendah; jangkauan geografi yang terbatas (5.500 km2); ukuran jumlah populasi yang kecil; dan tidak ada pengaturan ukuran yang boleh diperdagangkan, populasi ikan Banggai Cardinal sangat rentan terhadap kepunahan. Hal ini yang menjadi dasar kebijakan negara Amerika mengajukan proposal 19 COP 14 CITES, disamping ancaman lainnya seperti degradasi habitat dan perusakan ekosistem.

IUCN telah memasukan ikan Banggai Cardinal kedalam daftar merah mereka. Namun, tingginya tingkat pemanfaatan dan belum adanya pembatasan perdagangan di Indonesia akan mengancam keberlangsungan sumberdaya ikan tersebut.  Untuk mengatasi penurunan populasi yang terus menerus dan mengantisipasi atau jangan sampa

i terlambat dalam penyelamatan jenis ikan ini dimasa yang akan datang, maka perlu dilakukan usaha pelestariannya. Usaha perlindungan dan pemanfaatan jenis Ikan Banggai Cardinal secara terkendali dapat dilakukan dengan penetapan sebagai jenis ikan yang dilindungi secara terbatas. Perlindungan terbatas dilakukan berdasarkan ukuran tertentu, wilayah sebaran tertentu dan periode waktu tertentu. Oleh karena itu Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan bersama Direktorat Sumberdaya Ikan, LINI, KEHATI, dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Banggai Kepulauan akan menginisiasi penetapan status perlindungan terbatas ikan Banggai Cardinal sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor 03 tahun 2010 tentang Tata Cara Status Perlindungan Jenis Ikan. Penetapan status perlindungan jenis ikan dilakukan melalui tahapan usulan inisiatif, verifikasi usulan, analisis kebijakan, rekomendasi ilmiah dan penetapan status perlindungan jenis ikan.

Selain ikan Banggai Cardinal, pada tahun 2010 ini Direktorat Konservasi Kawasan dan Jenis Ikan sedang menginisiasi status perlindungan  ikan Terubuk. Saat ini inisiasinya sudah sampai pada tahapan verifikasi usulan (Tenualosa macrura) dan hasil verifikasi menyatakan bahwa ikan Terubuk perlu ditetapkan statusnya menjadi jenis ikan yang dilindungi secara terbatas. Ikan Terubuk merupakan jenis ikan endemik yang berada di perairan Bengkalis Riau dan Labuan Bilik Sumatera Utara, dimana merupakan dua spesies dari lima spesies terubuk yang ada di dunia. Ikan Terubuk merupakan ikan yang amat terkenal di Kabupaten Bengkalis, Riau dan Labuan Batu Sumatera Utara. Ikan ini menjadi primadona dan kebanggaan masyarakat di dua daerah tersebut. Hal ini terlihat dengan sebutan kota Bengkalis Kota “TERUBUK” yang berarti (Tertib, Rukun, Usaha Bersama dan Kenyamanan) untuk mencerminkan keadaan daerah Kabupaten Bengkalis.

Keberadaan populasi ikan terubuk semakin hari semakin menurun. Gejala menurunnya populasi ikan terubuk sudah dirasakan oleh  nelayan sejak tahun 1970-an di perairan Riau (Ahmad, 1974). Dan pada awal tahun 1980-an ikan ini dijumpai hanya dalam jumlah yang amat terbatas di perairan Tanjung Medang, padahal perairan ini merupakan sentra produksi ikan terubuk sebelumnya (Ahmad, 1975). Pada umumnya penangkapan ikan ini dilakukan pada saat ikan memijah. Penangkapan seperti ini secara langsung akan mengancam kelangsungan dan kelestariannya, karena yang menjadi sasaran tangkap adalah induk-induk ikan yang bertelur dan beruaya untuk memijah. Dampak yang dirasakan adalah mulai langkahnya ikan ini diperairan.

Penetapan status perlindungan terbatas jenis ikan Terubuk dan Banggai Cardinal bertujuan untuk menjaga dan menjamin keberadaan, ketersediaan, dan kesinambungan jenis ikan dengan tidak mengesampingkan aspek pemanfaatan dan nilai keanekaragaman sumberdaya ikan dan lingkungan secara berkelanjutan. Sehingga ancaman kepunahan kedua jenis ikan diatas  di masa depan dapat dihindari. Keberadaan populasi kedua jenis ikan tersebut yang semakin menurun jumlah populasinya, fekunditas yang rendah dan ikan endemik, merupakan kriteria kenapa jenis ikan ini perlu segera ditetapkan statusnya menjadi jenis ikan yang dilindungi secara terbatas. Apabila ini tidak segera dilakukan, kedua jenis ikan ini akan mengalami kepunahan di masa yang akan datang.

Sumber : buletin Konservasi Dit. KKJI Ditjen KP3K Kementerian Kelautan dan Perikanan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s