Jendela Hijau

Posted on

Dari balik jendela,
kutatap ibu kota dari ketinggian.
Barisan Pencakar langit saling berlomba menembus awan,
rentetan mall mengestalase di tengah pemukiman,
Semuanya Aspal dan beton.

Dimana ruang terbuka hijau?
Dimana kanopi hijau yang memayungi kotaku?
Dimana bakau yang menyanggah pantaiku?
Dan Bulir yang menari mengikuti irama angin
Tak kutemukan lagi zonasi hijau
yang berbaris rapi disepanjang aliran sungai
Bahkan tak ada lagi sungai nan jernih
yang meliuk-liuk membelah kota.
Kotor, semerawut dan meminuskan mata.

Ah, aku rindu semerbak serasah
yang basah oleh embun pagi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s