Menyusuri Kenangan Indah Dalam Butiran Pasir Putih Pantai Drini Gunung Kidul, Yogyakarta

Posted on Updated on

Dari ketinggian Pulau karang
Dari ketinggian Pulau karang

“Di setiap butiran pasir Pantai Drini ada Sejuta kenangan indah, yang menyatu dalam birunya laut selatan gunung kidul Yoggyakarta”

Sabtu, 6 Maret 2010 Saya bersama kawan saya Hilman Ahyadi dan Dian P Kembali menjejakan kaki di kota Pelajar tempat kami pernah menimba ilmu. “Yogyakrta”, disinilan saya selama 5 tahun berjibaku dalam lembaran-lembaran journal ilmiah dan tebalnya buku2 tinjauan pustaka. Rencananya dalam 2 hari kami akan berkemah di Pantai Drini Gunung Kidul  bersama teman2 Kelompok Studi Kelautan Biologi UGM ( KSKBIOGAMA).

Siang hari kami memulai perjalanan ke Gunung Kidul menggunakan kendaraan roda dua. Meskipun gerimis membasahi tubuh kami, tak menyurutkan niat kami memacu kendaraan roda dua kami melintasi barisan bukit karst yang menjadi keistimewaan dari wilayah Gunung Kidul. Wilayah yang gersang dengan kilauan bebatuan yang mengandung kapur, justru begitu menawan kala diterpa sinar matahari. Dari ketinggian Gunung Kidul (Bukit Patuk) kita juga bisa menyagsikan kota jogja dalam bayangan agung puncak Gunung Merapi.

Sekarang ini anda tidaklah perlu khawatir melintasi daerah gunung kidul menggunakan kendaraan bermotor, karena jalanan sudah diperlebar dan minim dari tikungan yang menukik (tikungan petruk). Setelah membelah rindangnya kawasan hijau hutan wanagama dan melewati keramaian kota Wonosari, akhirnya sore hari menjelang senja kami tiba di Pantai Drini Gunung Kidul.

Pantai Drini terletak di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, sekitar 1 km kearah timur dari Pantai Sepanjang. Perjalanan dari Yogyakarta ke Pantai Drini memakan waktu sekitar 1,5 jam dengan menempuh jarak kurang lebih sekitar 40km. Perjalanan yang cukup melelahkan, tapi semuanya terbayar dengan pemandangan hamparan pasir putih yang menyeret kaki kami kedalam birunya air laut Pantai Drini. Tak kala menawan adalah sinar surya yang perlahan-lahan tenggelam dalam lembayung senja, begitu merona dan memerah. Kami bersyukur tiba diwaktu yang tepat, dalam kondisi pantai yang sedang surut, sehingga bisa menyaksikan beragamanya biota dan karang yang ada di Pantai Drini. Dan tentu saja tak ada yang ingin ketinggalan menyaksikan matahari tenggelam di bibir pantai.

Seperti biasa yang kami lakukan ketika berkunjung ke Pantai Selatan Gunung Kidul, kami berencana mendirikan kemah (Doom) yang kami bawa. Dan tentunya kami tak perlu khawatir memikirkan nasib lambung kami. Karena di pantai Drini, di lokasi kami mendirikan tenda terdapat warung makan yang menyajikan hidangan laut dan minuman untuk menghangatkan badan didinginnya malam. Tentunya kami tak ingin langsung terlelap dan terbuai dalam pekatnya malam. Kami berkumpul dalam lingkaran kebersamaan memetik gitar, memutar kembali memori kami saat menyusuri terjalnya bebatuan karst pantai selatan gunung kidul. Tabuhan debur ombak selatan memecah kehingan malam dan menambah riuhnya malam yang begermelap dengan taburan bintang di langit. Hingga tak sadar waktu menunjukan pukul 02.00, yang akhirnya memaksa kami untuk mengistirahatkan badan kami, walaupun kami tetap memilih tidur dialam terbuka beralaskan matras.

Sekali lagi debur ombak selatan memecah kemasyukan kami yang terbuai dari mimpi. Sadar waktu kami terbatas, kami memanfaatkan untuk menyusuri hamparan pasir putih pantai Drini yang sedang surut untuk kedua kalinya. Kami menuju Pulau Karang yang dipisahkan pesisir yang kalau pasang tertutup air laut. Di Pulau Karang ini terdapat anak tangga untuk mencapai bagian atas pulau. Di pulau karang ini terdapat pohon Drini dan konon kayunya dapat dipakai sebagai penangkal ular berbisa. Dari puncak ketinggian pulau kita bisa menyaksiskan keindahan pantai drini yang menawan, kita bisa melihat deretan perahu nelayan yang berlabuh di TPI Pantai Drini, dan dari puncak ketinggian inilah kita bisa mengabdikan semuanya dalam obyek kamera. Ah, benar pengalaman yang menakjubkan  yang tak kalah menawan dari Pantai yang ada di Bali atau Lombok.

Iklan

One thought on “Menyusuri Kenangan Indah Dalam Butiran Pasir Putih Pantai Drini Gunung Kidul, Yogyakarta

    Fitri PMRELOAD said:
    Januari 6, 2011 pukul 5:41 am

    menarik iliputannya… jogja!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s