Mengarungi Sejarah Bersama Komunitas Historia di Pulau Kelor, Onrust, Cipir dan Bidadari

Posted on

Prassati onrustTanggal 1 agustus 2009, saya mengikuti Arung sejarah maritim yang diselenggarakan oleh Komunitas Historia Indonesia (KHI), Sebuah komunitas yang peduli akan sejarah indonesiam yang di ketuai oleh Asep Kambali. Perjalanan kami dimulai dengan berkumpul di Pelabuhan Muara Kamal, untuk mencapai Muara Kamal saya terlebih dahulu menuju Cengkareng Mall (bisa ditempuh dengan BusWay jur Harmoni kalideres, turun di halte Rawa Buaya), dilanjutkan dengan menaiki Angkot MPV berplat hitam tujuan Muara Kamal.

SANY0988

Pada saat kami menjejakan kaki di Muara Kamal terlihat aktivitas para Nelayan yang sedang menjajakan ikan, sehingga tempat ini begitu becek dan amis. Sepanjang Muara kita akan melihat kapal-kapal yang di labuhkan, dan dengan kapal ini kami mengarungi sejarahSANY0991Di Sepanjang muara kamal, kita juga dapat melihat barisan hutan bakau yang masih perawan, mungkin suatu saat nanti saya akan mempelajari bakau di sana. Untuk Menuju Pulau Kelor kami menempuh perjalanan kira2 20 menit.

SANY1004Akhirnya dari kejauhan terlihat Pulau Kelor, tujuan pertama kami yang terkesan angker, tapi menawan

kelorPulau Kelor merupakan salah satu pulau yang berada pada gugusan Kepulauan Seribu. Secara administratif termasuk dalam wilayah Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau Kelor terletak berdekatan dengan Pulau Onrust dan Pulau Bidadari. Di pulau ini terdapat peninggalan Belanda berupa galangan kapal dan benteng yang dibangun VOC untuk menghadapi serangan Portugis di abad ke 17. Di sini juga terdapat kuburan Kapal Tujuh atau Sevent Provincien serta awak kapal berbangsa Indonesia yang memberontak dan akhirnya gugur di tangan Belanda.

kelor 2

SANY1062

SANY1053Setelah puas mengagumi benteng Motello yang kokoh, perjalanan kita di lanjutkan menuju Pulau Onrust.

Onrust menurut bahasa Belanda berarti tanpa istirahat. Nama ini dikenal sejak Abad 17. Namun hanya dikenal oleh kalangan Belanda saja dan para buruh yang diperkerjakan di Pulau tersebut. Sedangkan penduduk setempat tetap mengenalnya sebagai pulau kapal. Sebab asal muasalnya pada pertengahan abad 17 hingga 18 di Pulau ini banyak berlabuh kapa-kapal VOC.

SANY1072Tahun 1930-an, Pulau Onrust juga menjadi asrama haji sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para calon haji di Pulau Onrust diadaptasikan dengan udara laut karena zaman dahulu mereka naik kapal laut sebelum menuju ke Arab Saudi. Di pulau ini masih terlihat bangunan-bangunan peninggalan penjajah Belanda seperti benteng dan pelabuhan kuno.

SANY1077

SANY1084

SANY1096Meskipun pernah menjadi karantina haji, pulau ini juga menjadi pulau yang menyedihkan karena pulau ini dijadikan tempat tawanan pemberontak antara lain tawanan dari peristiwa perahu “tujuh propinsi” yang terjadi pada tahun 1933, tawanan Jerman yang disinyalir sebagai antek Hitler pada tahun 1940, dan bahkan sebagai tempat eksekusi Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo yang merupakan pimpinan DI/TII. Pada masa kemerdekaan, pulau ini menjadi tempat karantina bagi penderita lepra dan pada tahun 1960-an pulau menjadi penampungan gelandangan dan pengemis.

makamSelesai menjelajahi Pulau Onrust tujuan kami lanjutkan ke Pulau Cipir. Pulau Kahyangan (disebut juga Pulau Cipir atau Pulau Kuipir) merupakan salah satu pulau yang terletak di kepulauan Seribu. Pulau ini termasuk dalam wilayah administratif kelurahan Pulau Untung Jawa kecamatan Kepulauan Seribu Utara Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu provinsi DKI Jakarta. Pulau ini sudah mulai ditata untuk tujuan wisata.

SANY1129

SANY1125

Tujuan Terakhir adalah Pulau Bidadari, Pulau Bidadari merupakan salah satu resor di Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta. Sebelum bernama Pulau Bidadari, pulau ini memiliki dua nama yaitu Pulau Sakit dan Pulau Purmerend.

SANY1155

Pada abad ke-17, pulau ini merupakan penunjang aktivitas Pulau Onrust karena letaknya yang tidak berjauhan dengannya. Karena menjadi penunjang, di pulau ini dibangun pula sarana-sarana penunjang. Pada tahun 1679, VOC membangun sebuah rumah sakit lepra atau kusta yang merupakan pindahan dari Angke. Karena itulah, pulau ini sempat dinamakan Pulau Sakit.

SANY1171

Saat bersamaan, Belanda mendirikan benteng pengawas. Benteng yang dibangun ini lebih berfungsi sebagai sarana pengawasan untuk melakukan pertahanan dari serangan musuh. Sebelum pulau ini diduduki oleh Belanda, orang Ambon dan Belanda pernah tinggal di pulau ini.

bidadari

Sekitar tahun 1800, armada laut Britania Raya menyerang pulau ini dan menghancurkan bangunan di atas pulau ini. Sekitar tahun 1803 Belanda yang kembali menguasai Pulau Bidadari dan membangunnya kembali. Akan tetapi Britania kembali menyerang tahun 1806, Pulau Onrust dan Pulau Bidadari serta pulau lainnya hancur berantakan. Tahun 1827 pulau ini kembali dibangun oleh Belanda dengan melibatkan pekerja orang Tionghoa dan tahanan. Bangunan yang dibangun adalah asrama haji yang berfungsi hingga tahun 1933.

Pulau ini sebelum menjadi resor sempat kosong dan tidak berpenghuni sampai dengan tahun 1970. Bahkan pulau ini tidak pernah dikunjungi orang. Pada awal tahun 1970-an, PT Seabreez mengelola pulau ini untuk dijadikan sebagai resor wisata.

SANY1192

Semenjak tahun 1970 ini, untuk menarik pengunjung, pulau ini berganti nama menjadi Pulau Bidadari. Alasan pengambilan nama menjadi Pulau Bidadari diilhami dari nama pulau lainnya di Kepulauan Seribu seperti Pulau Putri, Pulau Nirwana, dan lainnya.

Semakin Sore, Gelombang Semakin meninggi, dan akhirnya kami akiri perjalanan penuh sejarah ini dengan kembali ke Muara Kamal

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s