Kafe Cinta …

Posted on

“ kopinya mas” pinta seorang pengunjung kafe kepadaku. Necis sekali penampilannya, pasti orang ini sedang mendekati wanita, sehingga penampilannya selalu dibuat menarik.

“ Silahkan diminum” kupersilahkan pengunjung itu untuk menikmati minuman tersebut.

“Cinta memang gila yah” Seloroh orang itu berkata sambil menikmati minumannya.

“Kok bisa mas?” kubalas perkataannya dengan sebuah pertanyaan. Iya yah kok bisa cinta disebut gila, perasaan cinta itu suatu ungkapan perasaan yang tulus dan suci dari hati manusia, pikiranku mencoba menganalisis pernyataan yang dilontarkan pengunjung tersebut.

“Iyah mas, tahu gak apa yang telah diperbuat cinta kepadaku” Kemudian orang itu mulai bercerita tentang perjalanan cintanya.        
Gini mas, suatu hari saya menyukai wanita. Bunga namanya, yah seperti namanya bunga selalu dikelilingi kumbang-kumbang yang ingin hinggap di hatinya. Wajahnya cantik, cerdas, namun orangnya agak tertutup dan sensitif. Mati-matian saya mengejarnya, berlembar-lembar puisi yang melukiskan keindahannya tak terkira berapa jumlahnnya, maklum soalnya dia suka puisi. Tapi aku heran dengan diriku sendiri, kok bisa yah saya buat puisi sampai berlembar-lembar hanya untuk menyentuh persaaan hatinya yang terdalam. Oh ini salah satu puisi yang pernah kubuat.

 

          Bunga selalu melukiskan keindahan

          Begitupulah engkau

          Selalu menebar harum

          Walaupun di taman yang gersang

          Semua orang ingin memetikmu

          Tapi tidak dengan aku

          Aku hanya ingin memupukmu

          Agar tumbuh dan bersemi indah

 

          Herankan saya bisa berpuitis seperti ini, mahasiswa science yang kerjanya menghafal tiba-tiba buat puisi. Wah bisa diketawain manusia sejagad. Tapi kamu pasti lebih heran lagi apa yang telah kulakukan semalam. Konyol banget mas, tengah malam saya datang kerumahnya hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun dan merayakan hari spesial bersamanya. Untung saya enggak ditangkap hansip dan enggak digebukin masyarakat sekampung. Lengkapnya begini, Seharian kemarin saya mempersiapkan segala sesuatunya untuk kejutan di hari ulang tahunnya. Kue ulang tahun dan kado yang dibungkus dengan indah semuanya tak buru seharian, tak peduli hujan membasahi kami, pokoknya saya harus membuat kejutan untuknya. Kemudian kudandani diriku layaknya pangeran-pangeran dalam dongeng. Dengan gagah berani kudatangi rumahnya tepat jarum jam menunjukan angka 12. Kemudian kutelpon dia dan kuberitahu dia bahwa saya lagi ada didepan rumahnya. Diapun kaget mendengarnya, namun kemudian dia keluar rumah untuk memastikan apakah saya benar-benar berada didepan rumahnya. Nah malam itu akhirnya kami merayakan hari ulang tahunnya dengan sebuah kue ulang tahun yang ditemani nyala lilin yang siap ditiup sebagai tanda dimulainya kehidupan yang baru. Walaupun perbuatanku memang gila, tapi malam itu merupakan malam yang paling romantis bagi kita berdua.

 

          “Nah begitu mas, cinta memang membuat manusia menjadi gila, Entah apa yang ditiupkan cinta ke tubuh kita, sehingga terkadang semangat juang kita bertambah”

 

“Sudah mas, berapa minumannya?” setelah bercerita panjang lebar ia pun mengakhiri ceritannya, kemudian mebayar minumannya, lalu pergi meninggalkan kafe ini.

 

          Tidak lama kemudian datang seorang pria yang mengenakan kaos bergambar saddam husein. Sepertinya dia pengaggum berat saddam husein. Ternyata setelah kehancuran irak akibat serangan militer Amerika serilat dan para sekutunya,tidak melunturkan semangat para pengaggum saddam husein. Tokoh revolisioner dunia ini memang hebat.

 

“Lemon teanya mas” pesan orang itu kepadaku.

“Ini mas lemon teanya”

“Oh iyah, thanks. Mas pernah jatuh cinta?” Tanya orang itu kepadaku.

“Saya belum pernah mas” jawabku padanya.

“Saya sedang jatuh cinta mas, tapi cinta itu kupersembahkan untuk sebuah persahabatan” ditenggak minumannya sambil ia bercerita.

“Maksdunya gimana mas? Saya kok enggak dong, maklum saya belum pernah jatuh cinta” tanyaku padannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s