6 Juli, Sebuah Kenangan Tak Terlupa

Posted on

6 Juli 1984

            Hawa terlahir dari rusuk Adam, buah cinta venus dan mars. Sang dewi Hera permasuri Zeus yang menjelma menjadi sang peri kecil. Tak ada gemuruh dan tak ada petir, yang ada hanya puji dan syukur kehadirat Gusti Sang Yang Widi. Beribu Shalawat terucap kepada Kanjeng Nabi sebagai bukti kerendahan hati dan kecintaan pada sang Khalik. Titin Herawati, sebuah nama yang indah yang menandakan eksistensimu di bumi jawa dwipa.

            Banyak harapan yang terletak dipundakmu. Cinta menunggumu, menyapamu dilain kota yang telah lebih dahulu hadir dalam naungan mars. Takdirmu dikitari zodiac cancer, menjadikanmu seorang wanita yang penuh kasih-sayang, wanita yang tak akan pernah melupakan kehangatan rumah tempat ia berteduh. Sukuharjo akan selalu tertulis dalam ingatanmu, akan selalu hadir sebagai kenangan, walaupun potret itu hilang dalam albummu.

            Tangismu kala itu mengubah ketegangan menjadi rasa suka cita. Tawamu berusaha menggoda setiap insan yang menantimu penuh harap-cemas. Semua berbaur dalam keakraban, dalam kehangatan dan kini kau siap menyambut mentari yang tersenyum untukmu.

 

6 Juli 2004

            Kisah tentang bongkahan-bongkahan hati Ares yang kau susun menjadi sebuah puzzle. Entah dimanakah puzzle itu berada?. Tak ada kesan dan tak ada momen spesial yang mempertemukan Arjuna dan Subadra. Krisna tidak mengaturnya menjadi lakon perwayangan. Seperti air sungai, cinta mengalir lewat tatapan, jabatan, canda dan tawa. Kumbang tertarik oleh bunga dan bunga menambah  keindahannya lewat kesederhanaan.

            Masih cerita tentang puzzle heart. Rama datang ke alengka bukan untuk merebut Shinta dari Rahwana. Bersama Lesmana ia hadir untuk larut dalam pesta kebahagiaan. Tapi tak ada Shinta dalam pesta, tak ada keramaian dan tak ada nyala lilin. Kau tak menyambutku dan aku tak bisa menjabat tanganmu untuk mengucapkan selamat. Ada getir tersirat dalam hati, tapi niat menjadi penawar. Ketulusan membungkus kado yang kuberikan lewat tangan sahabatmu.

            Bongkahan puzzle pun kau susun. Kau temukan sebuah kalimat “Dahsyatnya waktu tak akan menyurutkan Azamku padamu. Selamat Ulang Tahun.” Pasti waktu itu kau bertanya-tanya, mungkin kau sudah menyadari adanya sinyal cinta yang kukirimkan padamu. Aladin ini belum berani mengungkapkan isi hatinya pada putri Yasmin. Lewat bongkahan puzle semuanya tergambar dan terlukis menjadi lukisan hati dan kisah cinta kita pun dimulai.

 

6 Juli 2005

            Ini kisah bahagia pada hari bahagiamu. Aku mengantarmu ke masa depan akademikmu. Dermaga jepara cinta kita berlabuh. Hati kita tertambat panah cupid yang tertancap di jantung hati kita. Coba ingat! Dengan penuh luka disekujur tubuhku, pangeranmu tetap menemani kepergian sang putri ke karimun jawa. Kutahan semua rasa perih yang menyerangku, kutinggalkan kewajibanku dan kupertaruhkan statusku sebagai calon sarjana demi mengantarmu berekspedisi.

            Tak ada kado yang kubawa dan kuberikan pada waktu itu. Bagimu kehadiranku sudah menjadi kado terindah buatmu. Tak ada nyala lilin dan potongan kue tart. Hanya ada bintang-bintang yang menjadi penerang dan potongan bulan sabit yang melengkapi kemeriahan hari itu.

            Malam yang indah di pantai kartini yang indah. Kita menyusuri tepian pantai berpasir, kita biarkan ombak menyapu kaki kita dan hembusan angin laut menerpa tubuh kita. Kita duduk dipinggiran dermaga, kugenggam erat tanganmu, kubacakan satu puisi untukmu “Tirai Hati”, puisi yang akan selalu menjadi puisi terindah yang pernah kubuat. Hadirku jagamu tidurmu malam itu. Hingar bingar keriuhan warga sekitar tak mengurangi suasana romantis malam itu. Malam yang menjadi milik kita berdua. Kapal yang merapat pun berlayar. Kuiringi kepergianmu dengan doa. Kutunggu cintaku kembali berlabu didermaga hatimu.

 

 

 

6 Juli 2006

            Romeo dan Juliet harus berpisah demi keabadian cinta mereka. Odysis terdampar di pulau sambu dan Penelope setia menanti di kota gudeg. Jarak tak menjadi penghalang Ahmad si pencuri dari Baghdad untuk tetap mencintai putri Zubaidah. Cinta kita tetap bersemi. Kita masih sepasang kekasih yang dimabok asmara. Kau miliku dan aku milikmu, hatiku untukmu dan jiwamu untuku. Nafasku kuberikan untukmu dan dengan setia  kau jaga separuh nafasku.

            Kali ini pun tak ada lilin dan potongan kue tart. Tapi kali ini ada bingkisan yang dating mengetuk pintu rumah semangmu. Sebuah jaket yang tak bernilai apa-apa. Sebuah suara ucapan mungkin lebih berharga dari semua yang pernah kuberikan padamu. Pesan SMS mungkin tak mewakili kehadiranku, tapi doa menjadi lebih berarti dan harapan.

 

6 Juli 2007

            Shinta menghilang ditelan bumi. Rama meratap-menyesali kepergian Shinta, buah dari kebodohan dan arogansi sebagai kaum pria. Walmiki hanya bisa menuliskan rasa rindu, permohonan maaf, harapan, dan kata hati lewat goresan pena ini.  Cinta Samson kepada Delilah tak akan pernah berubah, meskipun Delilah telah membuat Samson kehilangan keperkasaannya. Majnun yang gila karena cinta ini akan tetap selalu mencintai Layla dan berharap suatu saat nanti cinta akan mempersatukan kita kembali

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s