MY HERO IS SPIDERMAN “Refleksi Kepahlawanan”

Posted on Updated on

spiderman_12Tiga hari setelah peringatan Hari Pahlawan 10 november, ada sesuatu yang mengganjal dihati dan terngiang di benak saya. Siapakah Pahlawan Kita? entah kenapa hati saya selalu menjawab “My Hero Is Spiderman”. Tidak ada alasan untuk tidak memuja pahlawan super ini, Spider-Man adalah superhero dunia Marvel yang memperoleh kekuatan laba-laba: kekuatan super; kecepatan, agilitas & ampuh ; kelenturan yang menakjubkan; kemampuan menempel di dinding; keseimbangan yang sempurna; dan indera laba-laba yang memberikan peringatan akan adanya bahaya. Dengan kemampuan tersebut, dan dengan webshooter buatannya yang terpasang dipergelangan tangannya, ia kemudian menjadi seorang superhero. Walaupun mempunyai kekuatan super dia tetap menganggap dirinya sebagai manusia biasa, butuh cinta, motivasi, perhatian dan punya rasa kemanusiaan yang tinggi. Dengan rasa kemanusiaan yang tinggi itulah dia membantu sesamanya dari kejahatan yang melanda dan disitulah letak kehebatannya, bukan kekekuatan supernya tapi keikhlasan hati berkorban untuk lain.

Hal yang menakjubkan yang di miliki spiderman (keikhlasan hati) ternyata juga dimiliki oleh pejuang-pejuang kita. Sebut saja Bung Tomo, dengan orasinya dia membakar semangat pejuang rakyat indonesia dalam pertempuran melawan tentara inggris 10 november di surabaya. Dengan semangat pantang menyerah ia rela mempertaruhkan nyawanya demi kemerdekaan bangsa ini. Hal yang juga dilakukan spiderman ketika menahan Gerbong kereta api dengan seluruh kekuatannya dari kejatuhan, hingga akhirnya kekauatanya melemah dan dengan mudah ia dikalahkan oleh Dr. Octopus.

Jika melihat Spiderman dan tokoh- tokoh pejuang kita terdahulu, untuk menjadi pahlawan ternyata tidaklah harus memiliki kekuatan super, kekuasaan, harta yang melimpah, kecerdasan dan otot baja. Tapi cukup keihklasan hati untuk membantu sesama kita yang kesusahan. Kekuatan besar yang kita miliki tidaklah berarti kalau kita tidak iklhas menggunakannya untuk sesama, karena hasilnya pasti tidak akan sempurna kalau hanya separuh kekuatan yang kita gunakan.

Hal ini lah yang terjadi pada bangsa kita saat ini. Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar, kita memiliki sumberdaya manusia dan sumber daya alam yang melimpah, tapi kenapa bangsa ini masih saja terpuruk dalam krisis ekonomi yang melanda. Kita punya Bakrie Brother, Salim Group, keluarga cendana dan pengusaha-pengusaha kaya lainnya; kita punya BJ Habibie, Begawan Soemitro, Ali sadikin, Dedy Miswar, Amien Rais, Gus Dur, Sri Sultan dan orang-orang pintar lainnya. Bangsa ini punya segalanya, tapi ada satu yang telah lama hilang setelah kita rebut kemerdekaan kita dari penjajah, Keihklasan hati untuk bekorban demi kemajuan bangsa ini yang sekarang sudah luntur digerogoti globalisasi dan virus KKN. Hampir sebagian Bangsa ini lebih senang menjadi tikus-tikus yang menggerogoti pundasi-pundasi yang sudah ditanamkan oleh pejuang kita terdahulu daripada meneruskan perjuangan yang tidak akan pernah berakhir.

Oleh karena itu, dengan adanya momen hari pahlawan ini mari kita sama-sama bangkit dalam keterpurukan bangsa ini. Cukup dengan membantu diri sendiri menjadi lebih baik dan ikhlas membantu orang disekeliling kita menjadi lebih baik. Secuil apapun bantuan kita, Rahmat Allah pasti ada.

Ingat! dalam kekuatan besar ada tanggung jawab yang besar pula. Selamat Hari Pahlawan dan Selamat datang Para Pahlawan Baru Indonesia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s