SETANGKAI MAWAR TERAKHIR

Posted on

mawarTergores juga pena hatiku di lembar-lembar rahasia hidupku. Kenapa ini harus terjadi berulang-ulang, kenapa hati ini selalu gelisah, gundah selalu memenuhi pikiranku. Semalaman ini aku tidak bisa tidur, dinding kamarku seakan menyempitkan nafasku. Sang dewa malam seakan enggan membuatku terlelap. Entah apa yang terjadi pada diriku, kenapa bayangmu selalu hadir di tiap mimpiku, mulutku seakan tak ingin berhenti memanggil namamu.

Ah.. setahun sudah kulalui hari-hariku bersamamu, mencoba menggapai bintang hatimu yang takkan pernah tergapai oleh tanganku ini. Hatimu begitu keras, sekeras batu karang yang tak akan pernah terkikis.” Waktu..waktu”, itu yang selalu kau katakan kepadaku. Katamu, hanya waktulah yang bisa mengikis hatimu.

“Biarlah cinta ini tumbuh dulu mas, seperti pohon mawar ini, kau akan merasakan harumnya ketika mawar ini berbunga”. Ah kata -kata yang selalu saja kuingat darimu, ketika kau memberikanku sepot bungar mawar itu kepadaku. Mawar putih itupun sampai sekarang masih tumbuh dihalaman depan rumahku. Kupupuk selalu tanaman itu, seperti aku memupuk cintaku kepadamu, menumbuhkan kepercayaan yang ada dihatiku.
Kupandangi pohon mawar pemberianmu. “ah..sudah berbunga rupanya” Kupetik setangakai bunga mawar tersebut, coba mencium aroma khas yang diditebarkannya.


Setahun sudah aku menyukaimu. Masih ingat ketika aku menemukanmu di pojokan kampus, kau menangis tak henti-hentinya, seperti anak kecil yang minta dibelikan balon oleh ibunya. Waktu itu kudekati dirimu dan berkata “Boleh aku menemanimu Sar”, kucoba duduk disampingmu. “Silakan”kemudian katamu. Kaupun menumpahkan seluruh luapan emosimu yang dipenuhi dengan isak tangismu. “Dia menyakitiku mas, dia menyia-nyiakanku”, panjang lebar kau ceritakan kejadian yang membuatmu menangis. Kudengarkan semua keluh kesahmu, seperti seoarang bapak yang mendengar pengaduan anaknya. Kau akhiri ceritamu dengan selembar senyum tipis diwajahmu, entah apa yang tersirat dari senyummu itu.

Sejak saat itu kita semakin dekat. Seperti kumbang yang hinggap di taman bunga, kau telah menghinggapi hatiku. Bunga-bunga cinta tumbuh bermekaran di taman hatiku, memberi warna hidupku dengan perasaan cinta yang tak akan pernah padam. Setiap hari tak akan lupa aku mengSMS dirimu, walaupun hanya sekedar mengucapkan salam dan menanyakan kabarmu.

Aku selalu tidak punya jawaban mengapa aku mencintaimu. Kau tidak secantik Dian Satro Wardoyo, tapi kehadiranmu laksana mentari pagi yang menyinari bumi, selalu hangatkan suasana. Kaupun tidak setenar Britney spear, tapi kehadiranmu selalu bisa kurasakan. Kau pun juga bukan berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Kau hanya seorang gadis biasa. Entah, kenapa aku mencintaimu? Pertanyaan yang selalu kutanyakan kedalam relung hati terdalamku. Tapi selalu saja aku tak berhasil menemukan jawabannya. Pertanyaan ini pun yang kau tanyakan kepadaku, ketika ku nyatakan cintaku padamu.

Masih ingat kan? Ketika sore hari kita duduk berdua di pelataran Graha Sabha Pramana UGM, sambil menikmati tempura makanan favorit kita. Waktu itu gerimis membasahi GSP, menghujani dua anak manusia yang tak akan tahu arti keberadaan, yang tak butuh sebab, hanya ingin rasakan kebersamaan. Bait-bait puisi terucap bukan ingin menambah romantisnya suasana. Kita pun bukan pujangga yang sedang mengekspresikan karya sastra, kita hanya ingin rasakan kebersamaan. Kadang kita termangu, hembusan angin temani kebisuan kita. Kadang kita saling menatap, mencoba mencari makna yang terbuang, seribu tanya dibenak kita, hanya satu jawab di hati, kita hanya ingin rasakan kebersamaan.

Lalu kuberanikan diri untuk utarakan seluruh perasaanku padamu. “Sar, hatiku selalu tentram bila disampingmu. Aku ingin kita selalu bersama sar, mengapai semua cita dengan semangat bersama. Sudah lama ada yang ingin kukatakan kepadamu, sesuatu yang selalu kupendam. Sar, Aku Mencintaimu”kucapkan juga kata yang sudah lama ingin kukatakan. Kugenggam tanganmu waktu itu, sambil tak henti-hentinya menatap matamu.

“Aku juga nyaman disampingmu mas. Aku seperti menemukan dermaga tempat ku melabuhkan bahtera yang sudah lama berlayar dan diterpa badai ini. Aku menemukannya didirimu mas. Tapi biarlah kita saling memupuk cinta ini telebih dahulu, karena luka dihatiku belumlah sembuh mas, meski sudah kau balut dengan selendang cintamu. Berilah aku waktu dan biarlah waktu yang akan mengikatkan tali cinta kita” dengan lembut ia katakan semua itu.

“Yah Sar, aku mengerti dengan apa yang terjadi dengan dirimu sebelumnya. Aku tidak akan memaksamu. Biarlah cinta yang kan menemukan jawabnya”ucapku sambil kurebahkan diriku di pelataran GSP, kupandangi langit dengan penuh harapan dihatiku.

”Mas, kenapa kau menyukaiku” tanyanya kepadaku
“Entahlah Sar, aku tidak tahu mengapa aku mencintaimu, aku hanya ingin mengikuti kata hatiku”. Jawabku sambil kutatap matamu.

***

Beberapa bulan ini aku melihat ada yang berbeda dalam dirimu. Entah apakah itu hanya perasaanku saja atau mungkin karena aku takut kehilangan dirimu. Yah aku sangat takut kehilangan dirimu, karena aku terlalu mencintaimu Sar. Namamu sudah kupahat dalam monumen hatiku sar.

Beberapa waktu yang lalu aku melihatmu sedang makan berdua dengan mantan kekasihmu, waktu aku melewati kantin fakultas. Tapi aku percaya dengan dirimu, sehingga tak kuhiraukan kejadian itu, kuanggap angin lalu saja. Tapi waktu aku ingin ketempatmu, aku berpapasan dengan mantan kekasihmu. Katanya dia habis dari tempatmu.

“Ada apa denganmu Sar? Ada kepentingan apa dia datang ketempatmu?” kutanyakan semuanya kepada sari dengan api cemburu masih membakar diriku.
“Dia ingin balik lagi mas. Tapi aku menolaknya mas, karena aku sudah tidak mempercayainya lagi Karena sudah ada orang yang lain yang bisa kupercayai, yaitu kamu mas”
“Benar kah itu sar?”kutanya lagi sari
“Benar mas” dijawabnya sungguh-sungguh sambil menggenggam tanganku.

Kupercayai semua omonganya. Aku menaruh harapan besar didirinya, semuua kebahagianku ada pada dirinya. Sehingga aku tak tahu apa yang terjadi pada diriku bila harapan itu sirna.Cintaku kepadanya sudah begitu dalam.

AKu selalu mencoba mempercayainnya. Tapi mata ini seakan itidak memepercayainya lagi, ketika aku beberapa kali melihatmu bersamanya. Aku melihatmu berboncengan naik motor dengannya, katamu dia hanya mengantarmu pulang, itu saja, tidak ada maksud lain.

“Hanya mengantarmu pulang?”tanyaku kepadanya lagi
“Iya mas, cuma mengantar pulang kok. Mas terlalu protektif padaku”ucapnya padaku
“gimana aku gak protektif, sebagai seorang laki-laki aku pasti cemburu melihat orang yang kucintai bersama lelaki lain. Apalagi dia mantan kekasihmu. Kenapa kau tak minta aku mengantar pulang” kuhelas nafasku untuk menenangkan emosiku.
“Kau tak berhak larang itu semua mas, kita belum pacaran, kita hanya teman” ketus jawabnya.
“Oke-oke, aku memang bukan siapa-siapamu. Aku memang gak berhak melarangmu, kalau itu yang ingin kau lakukan, lakukan saja kehendakmu!”kutinggalkan sari dengan emosi yang masih meluap didadaku.

Perasaanku begitu kacau. Kenapa kau lakukan semua ini kepadaku Sar, kenapa kau hancurkan semua harapan ku kepadamu. Memang kita hanya teman saat ini, tapi kamu tahu perasaanku sar, Aku sangat mencintaimu sar. Tidakah kau ingat atas apa yang sudah kita lewati bersama, pasti kau masih ingat sar. Ah persetan dengan semuanya.

Malamnya sari meneleponku. “Mas maafkan aku mas, maafkan aku telah melukai perasaanmu mas. Kamu gak papa kan mas?. Sungguh mas, aku gak ada apa-apa dengan dia, memang aku belum bisa melupakannya. Tapi percayalah padaku, berilah aku waktu untuk belajar mencintaimu” kumatikan segera HPku, malas aku menerimanya. Apa dia gak tahu aku sangat mencintainya. Tega-teganya dia melakukan ini semua padaku.

Aku begitu kecewa dengan kejadian itu. Sehingga untuk menghindar darinya HPkupun aku non aktifkan, walapun dia terus berusaha menghubungiku. Tapi hatiku telah sakit dibuatnya.

Namun akhirnya aku mencoba untuk melupakan kejadian itu, aku mencoba memaafkan dirinya dan diriku. Aku sadar, sari belum bisa melupakan mantan kekasihnya, harusnya aku harus sabar menjalani ini semua. Sungguh tetap saja aku sangat mencintainya.
Kucoba hubungi sari lewat Hand Phonenya. Namun beberapa kali kucoba hubungi, Hpnya tak pernah aktif. Ada apa pikirku. Apakah ia berbalik marah padaku, Ah aku memang keterlaluan. Harusnya aku tak melakukan semua ini, aku lupa bahwa perasaannya begitu sensitif.

Akhirnya aku berhasil menemuinya di kampus. “Sar maafkan aku begitu emosi kemarin” ucapku padanya.
“Sari yang seharusnya minta maaf mas, sari telah melukai perasaan mas” ucap sari dengan mata senduh diwajahnya.
“”oh iya sar, kok Hpmu gak aktif sih”tanyaku ke sari
“Habis setiap kuhubungi nomer 081890xxxx gak pernah aktif, aku tinggal aja Hpku dirumah”dijawabnya dengan wajah cemberut
“Maaf deh sar, habis waktu itu aku masih kesal. Maaf yah”rajuku kepadanya bak anak kecil sedang minta dibelin mainan.

Baru saja aku ingin meninggalkan sari. Mantan kekasihnya datang menemui kami berdua. Tak ingin aku mempercayainya tapi aku harus mempercayainnya. Mantan kekasihnya mengembalikan HP yang sudah sangat kukenal ke Sari.”Makasih yah sar Hpnya”katanya kemudian meninggalkan kami berdua.

“Kau membohongingku lagi sar” kataku kepada sari, sambil kutinggalkan sari dengan api emosi yang membakar diriku, tanpa memberi sari kesempatan tuk jelaskan semua ini. Karena aku sudah tak butuh penjelasan darinya, aku sudah betul-betul kecewa padanya. Aku telah dibohonginya, padahal aku sudah menaruh kepercayaan begitu besar padanya. Hatiku sakit sekali, kau telah mengoyak-ngoyaknya sar. Kau runtuhkan semua angan dan cintaku padamu sar. Kanapa sar, kenapa kau tega lakukan semua ini.Builsit dengan semuanya, dengan semua perhatianmu dengan semua perkataanmu.Aku tak percaya lagi denganmu.

***

Kuhirup kembali setangkai mawar putih yang kupetik. Tekadku sudah bulat, aku harus mengakhiri semua ini Kutekan nomer HP sari dan berkata kepadanya, “aku ingin beertemu denganmu, ada hal penting yang ingin kubicarakan”.

Aku menemuinya di pojokan kampusku, kududuk disampingnya seperti waktu aku pertama kali mendatanginya.

“Sar, kita gak boleh seperti ini. Kau gak boleh memperlakukanku seperti ini. Kalau kau memang mencintaiku, cintailah aku spenuh hatimu. Tapi kalau kamu hanya mengaggapku teman, perlakukan aku selayaknya teman, jangan kasih aku harapan, karena aku terlalu mencintaimu sar”kuhela nafasku, kuhimpun seluruh kekuatanku untuk mengatakan semua ini
“Maafin sari mas, sari masih belum bisa menerima mas, sari masih ingin kita berteman dulu, beri sari waktu mas”pintanya kepadaku.
“enggak sar, waktu selalu tak terbatas. Aku gak ingin kau gantung seperti ini. Aku lelah sar”kuhela nafasku kembali.”oh ya, ini mawar yang kau belikan dulu, aku udah tidak bisa menjaga mawar ini lagi karena aku juga tidak bisa lagi menjagamu dan menemanimu seperti dulu lagi. Terimah kasih atas perhatianmu selama ini” dengan berat hati kukatakan semua ini kepadanya, kuserahkan mawar pemberiannya. Air mata pun menetes dari pipinya. Iapun terduduk lemas, diam membisu. Lalu Dengan berat hati kutinggalkan dia, kutinggalkan semua kenangan yang pernah mewarnai hidupku.

Entah apakah aku sanggup melewati ini semua tanpa kehadiranya disampingku, tanpa senyum manis diwajahnya yang selalu meyejukan hatiku dan tanpa gelak tawanya yang akan menceriakan suasana hatiku. Karena AKU MASIH SANGAT MENCINTAINYA.

Jika kau mencintai seseorang, biarkan orang yang kamu cintai terbang bebas. Dan apabila dia kembali kepadamu, maka itulah takdirmu

Iklan

One thought on “SETANGKAI MAWAR TERAKHIR

    uy4sta said:
    Maret 2, 2009 pukul 1:32 pm

    tak selamanya apa yang kita harapkan sesui dengan kenyataan. tapi apakah selama ini kita sudah berfikir untuk berani memperbaiki nya…………..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s