KOMPUTERKU HILANG (2)

Posted on

Malam ini aku dan rudy berencana menemui Mbah Harjo, orang pintar itu. Kuselesaikan Sholat Maghribku, sambil tak lupa berdoa kepadanya, agar diberi petunjuk dari jalan yang benar, dimudahkan dalam menghadapi setiap permasalahan yang kuhadapi. Semoga masalah ini cepat berlalu.

Sebenarnya aku tidak suka melakuka cara ini, seperti yang dikatakan endra kepadaku. Memang Ritualnya nanti akan memakai doa-doa dan dzikir, tapi tetap saja aku gak suka. Tapi bila mengingat data skripsiku, mengingat selama satu tahun ini aku kerja penelitian di Lab sampai malam-malam, sibuk ke perpus untuk nyari data, sibuk konsultasi dngan Pak Bardi, sampai di semprot-semprot segala lagi, terpaksa deh aku lakukan cara ini, walaupun hati nuraniku menentangnya.

“Rud !Buruan yuk”teriakku memanggil rudy
“Oh iya, tunggu yah”
“Tak tunggu didepan yah”:

Kulangkahkan kakiku menuju garasi kostku. Kusiapkan supra kesayanganku yang selama ini menemaniku. Ah males juga sebenernya, tapi aku ingin buru-buru kasus ini selesai, agar aku bisa fokus lagi mengerjakan skripsi. Perlahan-lahan kukeluarkan motorku dari garasi, kuhidupkan motorku sambil menunggu Rudy.

“ Ayo sep, berangkat”
Rumah Mbah Harjo yang terletak di tengah-tengah kaki bukit merapi, harus membuat kami melewati jalan yang terjal dengan jurang disampingya. Mana jalanannya becek lagi. Jalan menuju rumah mbah Harjo begitu sunyi, hanya sesekali aku berpapasan dengan kendaraan lain.

“Kulo newun”
“Oh nak rudy, monggo mlebet” sosok tua renta yang membukakan pintu mempersilahkan kami masuk ke gubuknya tersebut.
“Gini mbah, kulo arep jalu tolong, temen kulo kehilangan komputer tadi pagi” dengan gaya kejawi sih rudy memulai pembicaraan. Kelihatan waguh si anak jakarta ini kalau berbicara bahasa jawa.
” Mbah ngertos, tapi ada syaratnya. Nak Rudy wis ngerti toh. Mbah gak menjamin, kalau mengko si malingnya sampai modar, tapi tenang aja komputernya pasti kembali dan kita iso ngerti siapa yang mencurinya. Gimana nak rudy?” dengan tutur kata halus, mbah harjo menerangkan semuanya.
“Kalau gak sampai mati pencurinya, bisa kan mbah, Saya hanya ingin komputer saya kemabali mbah, itu aja” selaku kepada mbah harjo.
“Mbah nggak menjamin, biasanya bisa sampai bablas”
“Tapiii”
“Udah mabah gak papa”dengan terlebih dahulu memotong pembicaraanku, rudy memberi persetujuan. “Lagi pula emang harus diberi pelajaran” Ketus rudy.

Kemudian mbah Harjo memejamkan matannya, Mulutnya komat-kamit membacakan sesuatu, entah apa yang dibacanya. Sungguh aku tak tenang melakukan semua ini. Selesai memacakan mantra, mbah harjo berkata kepada kami bahwa hasilnya baru bisa diketahui setelah seminggu. Kemudian aku membayar uang ke mbah harjo sebagai imbalannya. Kami pun akhirnya beranjak untuk meninggalkan diri dari rumah mbah Harjo.

“pareng mbah”

kemudian kupacu kendaraanku menuju kost-kostanku, supaya lebih cepat sampai. Karena ngeri juga bila melewati tempat ini malam-malam.

***

Sudah dua minggu ini aku hanya berdiam diri dikost, lebih banyak menghabiskan waktu dengan membaca buku-buku yang sudah lama terlantar di rak bukuku. Pikrirku sudah lama juga aku gak kekampus, sejak kasus hilangnya komputerku. Sampai saat ini, komputerku belum kembali ke tanganku. Tapi aku sudah ikhlas menerima ini semua. Yah, mungkin tuhan sedangng mengujiku dan aku harus bisa melewati ujian ini. Walaupun pusing juga kalau memikirkan nasib skripsiku. Tapi gimana lagi, semuanya sudah terjadi.

Hari ini kuberanikan diri kekampus untuk menemui Pak Bardi Dosen pembimbing sekripsiku. Aku ingin membicarakan nasib skripsiku. Mudah-mudahan dia bisa mengerti.

“ Pagi pak” sapaku ke Pak Bardi
“Wah ini dia yang ditunggu-tunggu, gimana udah di revisi belum naskahmu?” tanya pak bardi kepadaku
“Justru itu pak, saya kesini untuk membicarakan soal skripsi saya pak” aku pun menceritakan mengenai kasus hilangnya komputerku kepada pak Bardi, yang membuat aku tidak bisa meneruskan menyusun naskah skripsi. “terus gimana nasib skripsiku Pak, Apakah saya harus mengulang dari awal?”. Tanyaku
“Kasihan kamu donk kalau harus mengulang dari awal. Tidak usah.. tidak usah” jawab pak bardi yang mebuat aku semakin bingung. Gak usah diulang, terus aku harus menyusun naskah pakai data apa?. Kemudian kulihat Pak Bardi sibuk mencari-cari sesuatu dari dalam tasnya.
“Ini ku kekembalikan disketmu” diserahkannya sebuah disket berwarna hijau kepadaku.
“disket apa ini pak?” tanyaku
“Ingat gak ! Bapak dulu pernah pinjam disket yang berisikan data-data skripsi dari kamu. Itu loh, untuk persentasi proyek penelitian yang akan bapak ajukan. Lain kali hati-hati yah. Oh iya, jangan lupa diselesaikan skripsimu”
“Iya pak. Terimah kasih pak, saya mohon diri dulu” Kemudian aku meninggalkan ruangan pak Bardi dengan selembar senyum menghiasi wajahku. Yah Tuhan makasih, ucapku. Biarlah komputerku tak kembali, dengan disket ini sudah cukup diriku memanjatkan syukur kepadamu.
Bak orang yang baru ketiban rezeki aku, aku ingin buru-buru sampai ke kost, untuk mengabarkan perihal ini ketemanku, terutama rudy. Sekalian aku juga ingin cepat-cepat menyelesaikan skripsiku. Kustater motorku yang berada diparkiran, dengan segera kemeninggalkan kampus.
Loh kok banyak orang dikostku. Ada apa yah, pikirku. Segera kumasukan kendaraanku ke garasi, untuk segera berbaur kedalam keramaian di kostku. Dan kulihat Rudy juga berada pada keramaian tersebut.

“Ada apa Rud? Kok rame amat? Tanyaku kepada rudy
“Si Andre meninggal sep, kecelakaan gara-gara ngebut naik motor” kemudian si rudy membisikan sesuatu ketelingaku. “Apa mungkin si andre yang ngambil komputermu yah sep”
“Innalillahi” terkejut aku mendengar semua perkataan Rudy. Yah Tuhan, ampunin hambamu yang telah khilaf. Jika andre yang telah mengambil komputerku, mudah-mudahan kematiannya bukan karena permintaanku ke mbah harjo. Tapi itu karena takdirmu. Dan kuharap memang bukan andre yang telah mencurinya. Biarlah komputerku tak kembali, biarlah pencuri tu menikmati hasilnya, mungkin iyah memang butuh.Tapi jangan renggut nyawanya tuhan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s