FOOD BASIC (3), Inspeksi Internal

Posted on Updated on

Ada beberapa alasan diadakannya inspeksi internal. Sebagai contoh, anda dapat memverifikasi bahwa kebijaksanaan keselamatan makanan dan prosedur-prosedur yang anda punya telah diikuti dengan baik. Penampilan karyawan dapat dikembangkan dengan menggunakan kekurangan yang diperoleh dari inspeksi untuk membuat rencana pelatihan dimasa yang akan datang. Tujuan utama inspeksi (dalam pabrik),adalah untuk meninjau kembali keadaan yang ada. Jika anda melakukan inspeksi internal untuk pertama kali maka anda harus membuat banyak keputusan yang berkenaan dengan kebijakan terhadap personil dan keuangan selama program dijalankan.


Komite harus melibatkan orang-orang dari beberapa departemen yang berbeda-beda. Dengan demikian, masing-masing anggotanya akan memberi pandangan dari sudut pandang yang berbeda dan akan lebih banyak kesempatan untuk menemukan hal-hal yang perlu diperbaiki apabila lebih banyak orang yang mencarinya. Keuntungan lainnya adalah pengembangan yang dapat ditemukan. Jika anda mendapatkan orang-orang mencari mereka.

COMMITEE

Jelasnya, engineer perusahaan, pengawas sanitasi, manager quality kontrol, dan superitendent seharusnya menjadi anggota komite, bersama dengan beberapa personil dari beberapa departemen. Serangkaian catatan yang lengkap dan jelas harus dibuat pada setiap inspeksi yang dilakukan sehingga tindak lanjut yang sesuai dapat diambil. Salah satu anggota tim inspeksi harus ditugaskan untuk mencatat hasil observasi dan rekomendasi dari komite penginspeksi.

Komite harus membagi perusahaan menjadi bagian-bagian yang cukup kecil sehingga dapat diinspeksi dalam waktu satu hingga dua jam saja. Sekali seminggu komite sebaiknya menginspeksi satu bagian dari perusahaan dan mencatat temuan-temuan yang didapatnya. Merupakan hal yang penting untuk mencatat setiap kekurangan yang ditemukan. Ini akan menjadi suatu daftar pekerjaan dan sebaiknya ditindak lanjuti. Perlu diperhatikan bahwa setiap hal yang dicatat, seseorang akan ditugaskan untuk melakukan tindakan koreksi. Identifikasikan masalah, catatan observasi, dan daftar lokasi. Buatlah menjadi spesifik agar dapat dimengerti dimasa yang akan datang, tapi usahakan tetap ringkas.

PENYAMPAIAN TRAINING

Waktu inspeksi merupakan juga suatu kesempatan yang bagus untuk melakukan atau memperluas program training terhadap karyawan dengan cara mendiskusikan kekurangan di area personil tersebut untuk membantu mereka mengerti tentang keamanan makanan dan memberikan penyelesaian secara cepat terhadap masalah tersebut. Perlu diingat, bahwa suatu inspeksi bukan merupakan waktu untuk mengkritik karyawan atau untuk memberikan training yang berkepanjangan. Penjelasan yang sederhana terhadap karyawan bahwa suatu masalah yang ada telah dicatat dan menyarankan suatu penyelesaian sudah cukup bagi mereka.

SKEDUL/JADWAL

Pada akhir setiap minggu pelaksanaan inspeksi, catatan sebaiknya dicopy dan catatan-catatan inspeksi didistribusikan kepada setiap kepala departemen. Dengan demikian tindakan terhadap item yang perlu dikoreksi dapat dilakukan secara cepat.

Sebaiknya diusahakan untuk menginspeksi setiap bagian/section perusahaan setiap bulan. Ini tidak mungkin dapat dilakukan diperusahaan yang besar. Tergantung ukuran dari perusahaan suatu siklus inspeksi dapat dilakukan dalam beberapa minggu. Jika anda membagi perusahaan menjadi 5 bagian maka siklus penuh inspeksi akan membutuhkan waktu 6 minggu. Satu area sebaiknya diinspeksi setiap minggu dan pada minggu keenam, komite sebaiknya mengadakan rapat untuk meninjau temuan yang didapatkan. Selama rapat ini semua kekurangan harus telah didiskusikan. Kepala departemen sebaiknya memberitahukan kepada komite masalah mana saja yang telah dipecahkan dan memberikan tanggal koreksi untuk penyelesaian masalah yang lainnya. Pada saat rapat selanjutnya, masalah yang telah dijadwalkan untuk dikoreksi, sebaiknya dibahas lagi untuk memastikan bahwa tindakan koreksi telah dilakukan.

KONTROL BENDA ASING

INSPEKSI BAHAN BAKU/RAW MATERIAL

Penerimaan – Semua ingredient yang datang harus diperiksa seluruhnya secara visual sebelum dimasukkan ke dalam pabrik. Personil yang ditunjuk bertanggungjawab untuk melaksanakan pemeriksaan sebaiknya telah terlatih untuk mengenali serangga yang menyerang dan berkembang di produk makanan dan mengetahui hama yang lain, yang dapat menimbulkan suatu masalah yang signifikan dalam pabrik makanan.

INSPEKSI DILAKUKAN KAPAN DAN DIMANA

Kemasan-kemasan dalam bentuk bag, kotak-kotak atau container yang lain sebaiknya diperiksa dengan segera setelah mobil, truk atau kendaraan pengiriman yang lain dibuka, karena beberapa serangga tidak menyukai cahaya dan cenderung dengan cepat merayap masuk kedalam celah-celah atau diantara karung-karung atau karton-karton dimana mereka tidak dapat ditemukan/dilacak dengan mudah. Area sekitar pintu masuk sebaiknya juga segera diperiksa keberadaan serangga.

AKTIVITAS PEST

Keberadaan aktivitas pest/hama yang hidup selama pemeriksaan visual pertama harus mendasari penolakan/rijek terhadap kiriman tersebut tanpa pemeriksaan lebih lanjut karena kejadian ini hampir memastikan keberadaan banyak serangga. selama pencarian bukti adanya serangga, karung-karung dan kotak-kotak sebaiknya juga diperiksa secara teliti untuk mengetahui adanya kontaminasi yang lain, seperti lubang/tusukan, sobekan, kerusakan yang disebabkan oleh tikus atau kerusakan karena air.

CATATAN-CATATAN

Suatu material yang telah disetujui untuk diterima sebaiknya juga melalui pemeriksaan visual yang kedua. Inspeksi yang kedua ini dapat meliputi pengayakan ingredient yang kering atau saringan untuk cairan. Hasil pemeriksaan bahan/material yang masuk sebaiknya dicatat. Catatan ini sebaiknya meliputi tanggal kedatangan, identitas material, nomer lot dan temuan-temuan dari inspector. Catatan tersebut akan menyajikan suatu riwayat untuk supplier tertentu dan akan membimbing perusahaan dalam memilih supplier. Beberapa perusahaan juga menganggap perlu untuk melakukan pengecekan adanya benda asing yang terlalu kecil untuk dilihat terhadap ingredient yang masuk. Dokumentasi nomer lot material saat diterima merupakan hal penting untuk program penarikan kembali/recall. Program recall mensyaratkan penelusuran sampai nomer lot setiap material yang digunakan dalam proses produksi. Karena pemeriksaan sekunder secara menyeluruh atau pemeriksaan laboratorium untuk setiap penerimaan barang merupakan hal yang tidak praktis, maka perusahaan harus menggunakan pertimbangan yang baik dan suatu rencana sampling secara statistik untuk menentukan pengiriman mana yang harus diperiksa. Catatan dari penelitian sebelumnya akan menjadi sangat tinggi nilainya dalam membantu perusahaan untuk membuat suatu keputusan. Bagaimanapun harus diingat bahwa semua barang yang diterima/harus melalui inspeksi visual yang pertama.

PENYIMPANAN YANG LAYAK

Penyimpanan yang layak dari semua bahan baku, bahan pengepakan dan barang lainnya merupakan suatu hal yang penting untuk pengontrolan yang baik terhadap benda asing. Penyimpanan yang sesuai dapat memastikan bahwa material–material tidak akan menjadi terkontaminasi selama waktu belum digunakan. Prinsip utama yang diikuti untuk mengurangi potensi kontaminasi atau kerusakan produk selama penyimpanan adalah memutar/merotasi dengan dasar “First In First Out” (Pertama yang Masuk Pertama Yang Keluar). Ini akan membutuhkan tanggal penerimaan disetiap pallet atau barang yang dimasukkan ke dalam warehouse dan kebijakan yang jelas berkenaan dengan pengeluaran dan penggunaan barang sesuai dengan tanggal penerimaan.

Idealnya semua karung-karung, kotak-kotak, karton-karton atau pengemasan lainnya jika tidak benar-benar bersih sebaiknya disikat pada saat pertama kali datang. Barang-barang tersebut sebaiknya disusun dengan rapi dan ditempatkan diatas palet yang bersih atau diatas rak.

AREA PENYIMPANAN

Area penyimpan sebaiknya bersih dan teratur lebih lanjut disarankan adanya penandaan dinding dan lantai dengan warna cat yang kontras untuk menandakan penempatan pallet untuk memudahkan jalan masuk. Material sebaiknya disimpan pada jarak yang cukup dari dinding untuk memudahkan jalan diantara material dan dinding, untuk memudahkan pengendalian pest dan prosedur inspeksi. Semua material sebaiknya diputar setiap bulan. Hal ini merupakan satu jalan untuk menghindari bersrangnya pest. Suatu sarang adalah suatu tempat dimana serangga dapat hidup dan bereproduksi. Menghilangkan sarang serangga dan mencegah terbentuknya sarang yang baru merupakan suatu hal yang penting dalam pabrik makanan.

BAHAN PENGEPAKAN

Beri perhatian khusus pada penyimpanan bahan pengepakan karena bahan ini akhirnya akan kontak dengan produk akhir. Bahan ini sebaiknya diperlakukan seperti ingredient. Bahan ini sebaiknya dilindungi dari semua benda asing baik selama ditempat penyimpanan dan selama digunakan. Dalam beberapa kasus, cara kerja penyimpanan yang baik dilakukan untuk ingredient tapi kurang perhatian pada penyimpanan bahan pengepakan dan material lain dari supplier.

PENGONTROLAN DEBU

Penyimpanan yang berhasil sangat tergantung pada tingkat pengontrolan banyaknya debu. Merupakan suatu hal yang bagus apabila menyimpan hanya barang yang cepat digunakan yang disimpan dalam area yang berdebu. Jika kotak-kotak atau kontainer-kontainer tidak digunakan secepatnya dan mereka menimbun debu, bahan tersebut harus dipindahkan, dibersihkan dan dikembalikan ketempatnya setiap 4 minggu.

OPERASI

Operasi – Untuk menjamin pengontrolan material asing, karyawan harus menumbuhkan kebiasaan bekerja yang baik. Adalah sangat mungkin untuk suatu perusahaan tampak benar-benar bersih dan rapi dari pandangan pelanggan, namun perusahaan yang sama mungkin menyebabkan berbagai benda asing sampai ke produk akhir. Contoh benda asing adalah: rambut, perhiasan, partikel sisa produk sebelumnya yang masih tertinggal di peralatan, kotoran dari lantai, kotoran yang tidak dapat digambarkan, seperti partikel yang licin yang tertiup oleh pembersihan dengan slang udara, potongan kertas atau tali, potongan kayu dan partikel lain yang tidak terhitung jumlahnya yang tidak boleh terbawa kedalam produk akhir.

BAG/KARUNG DAN KONTAINER

Merupakan hal yang penting bahwa kemasan dan jenis container yang lain dijaga tidak kontak langsung dengan lantai dan ditempatkan ditempat yang tinggi meskipun ketika ingredient tersebut digunakan atau menunggu waktu untuk digunakan. Prosedur dibuat dan diikuti pada saat menuang ingredient dari karung. Hal ini sangat penting karena pekerja biasanya mengosongkan kemasannya dengan cara membalikkannya diatas tempat pencampuran atau tempat ingredient. Apabila bagian luar kemasan tidak dijaga tetap bersih, benda asing atau kotoran dibagian luar kemasan sering masuk kedalam produk.

AWAL START DAN SAAT TERJADI KERUSAKAN (BREAKDOWN)

Saat awal start dan saat terjadi kerusakan merupakan waktu dimana sering terjadi kontaminasi. Pada saat semuanya berfokus pada jalannya mesin, karyawan kemungkinan menjadi ceroboh dan lalai atau lupa terhadap prosedur pencegahan benda asing. Training karyawan dan pengawasan oleh supervisor yang terlatih merupakan jalan terbaik untuk mengontrol keadaan ini.

METODE PASIF

Meskipun dengan semua usaha terbaik dan training potensi kontaminasi benda asing akan selalu ada. Pabrik makanan mengandalkan pada monitoring yang bersifat pasif dalam bentuk ayakan, saringan, magnet dan detektor metal sebagai alat pertahanan terhadap sesuatu yang tidak diinginkan masuk kedalam produk. Peralatan ini bukan sebagai pengganti untuk prosedur operasional yang baik tapi hanya untuk memastikan kembali bahwa usaha-usaha tersebut berhasil. Apabila dilakukan, prosedur memonitor dan menjaga/merawat alat-alat tersebut merupakan hal yang kritis untuk keberhasilan program pengontrolan benda asing. Ini merupakan tanggungjawab manajemen untuk memastikan bahwa program tersebut ada dan berjalan dengan baik.

PEMERIKSAAN PERLENGKAPAN DAN AREA KERJA

Karyawan biasanya diberi waktu untuk bersiap-siap sebelum operasi dimulai. Mereka sebaiknya dilatih untuk memeriksa peralatannya dan area kerjanya untuk material asing yang dapat dilihat. Karyawan-karyawan sebaiknya memberikan perhatian khusus pada permukaan yang bersentuhan dengan ingredient atau produk yang tidak terlindungi untuk memastikan bahwa tidak ada benda asing. Cara kerja ini akan sangat meningkatkan pengontrolan benda asing.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s