Riset

Belajar Berinovasi Melalui Sebuah Tim

Posted on

Mahasiswa sebagai kalangan intelektual dituntut untuk menghasilkan karya inovatif yang dapat memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun demikian, banyak faktor yang menyebabkan mahasiswa “mandul” untuk mengeluarkan apalagi mengembangkan karya-karya inovatifnya. Sistem pembelajaran di perguruan tinggi yang dinilai masih menjadi kolonial dan konservatif kadangkala menjadikan mahasiswa sekarang kesulitan untuk dapat memunculkan ide-ide inovatif tersebut.

Penulisan ini bertujuan untuk menerapkan konsep pembelajaran berinovasi melalui sebuah tim. Penulisan karya ilmiah ini menggunakan pendekatan studi kasus dan studi pustaka. Studi kasus mengambil tim penelitian di fakultas biologi UGM sebagai contoh kasus. Studi kasus menunjukan konsep sebuah tim dapat digunakan dalam proses pembelajaran mahasiswa yang inovatif. Hal ini terlihat dengan banyaknya karya-karya inovatif yang telah dihasilkan tim-tim penelitian di fakultas biologi UGM setiap tahunnya. Tim yang efektif berjumlah 3-5 orang dengan posisi dan peran masing-masing, dimana mahasiswa sebagai pelaku utama, dosen sebagai mitra dan masyarakat sebagai penstimulus. Dalam sebuah tim harus terjadi proses tranfer ilmu pengetahuan dan pengalaman.

 

Kolonisasi Jamur Tanah pada Lantai Hutan Cagar Alam Pangandaran

Posted on

jamurJamur yang tergolong Basidiomycetes dijumpai dalam tanah dalam tahap miselium dan dapat dikenali dari pembentukan buah atau badan buah yang dihasilkannya pada permukaan tanah atau kayu yang melapuk. Berkaitan dengan kemampuannya memanfaatkan selulosa, jamur tanah membentuk kolonisasi tertentu Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jamur tanah yang tumbuh di lantai hutan dan mengamati bentuk atau pola kolonisasi jamur pada lantai hutan cagar alam Pangandaran.
Baca entri selengkapnya »

Kualitas Gelatin Tulang Ikan Hiu (Carcharhinus sp )

Posted on

Ikan hiu merupakan salah satu jenis ikan pelagis bertulang rawan(Elasmobranchii). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas tulang ikan hiu sebagai sumber gelatin dan untuk mengetahui kualitas gelatin yang dihasilkan dari tulang ikan hiu dengan menggunakan pelarut asam dan basa. Gelatin tulang ikan hiu diekstraksi menggunakan asam. asetat 1,5% selama 12 jam dan NaOH 0,3% selama 48 jam. Gelatin tulang ikan hiu diekstraksi lebih lanjut dengan air panas selama 2 jam pada suhu 800C. Parameter yang diukur untuk menguji kualitas gelatin tulang ikan hiu adalah kekuatan gel, viskositas, waktu gel mencair, kejernihan, pH, dan uji organoleptik.

Baca entri selengkapnya »

PEMANFAATAN KULIT IKAN PARI (Dasyatis sp.) SEBAGAI SUMBER GELATIN ALTERNATIF

Posted on Updated on

Ikan pari (Dasyatis sp.) merupakan salah satu jenis ikan demersal yang tertangkap dalam jumlah yang relatif besar. Namun sampai saat ini pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pemanfaatan kulit ikan pari sebagai sumber alternatif penghasil gelatin dan mempelajari kualitas gelatin yang dihasilkannya berdasarkan sifat reologi.

Gelatin kulit ikan pari diekstraksi menggunakan As. Asetat 1,5% selama 12 jam dan NaOH 0,3% selama 48 jam. Gelatin kulit ikan pari diekstraksi lebih lanjut dengan air panas selama 2 jam pada suhu 800C. Parameter yang diukur untuk menguji kualitas gelatin kulit ikan pari adalah kekuatan gel, viskositas, waktu mencair, dan warna. Kekuatan gel diukur dengan Texture Analyzer, sementara viskositas diukur dengan Viscometer Rotovisco.

Baca entri selengkapnya »

PENGARUH SUPLEMENTASI UNDUR-UNDUR LAUT (Emerita spp.)

Posted on Updated on

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh suplementasi undur-undur laut (Emerita spp.) terhadap pertumbuhan dan kualitas telur burung puyuh (Coturnix japonica). Sebanyak 40 ekor burung puyuh uji umur 1 hari (DOQ) dikelompokkan kedalam 4 kelompok perlakuan, termasuk Kontrol. Perlakuan adalah suplementasi undur-undur laut sebesar 10%, 20% dan 30%. Suplementasi undur-undur laut terhadap burung puyuh uji dilakukan selama 45 hari, dengan terlebih dahulu dilakukan aklimasi selama 4 hari. Parameter penelitian yang diamati selama perlakuan adalah berat badan, jumlah telur, berat telur, dan fenotipik telur.

Baca entri selengkapnya »

Kajian Kandungan Asam Lemak Omega 3 Undur-Undur Laut

Posted on Updated on

Undur-undur laut (Emerita sp.) merupakan sumberdaya hayati pesisir yang belum dimanfaatkan secara optimal dan belum mendapatkan perhatian yang serius dari masyarakat, peneliti maupun pemerintah.
Di kawasan pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), undurundur laut mempunyai potensi yang cukup besar, ditinjau dari sebaran, kemelimpahan dan kandungan gizinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak kandungan asam lemak omega 3 dan perbandingan kandungan Asam Eikosapentaenoat (Eicosapentaenoic Acid, EPA) dan Asam Dokosaheksaenoat (Docosahexaenoic Acid, DHA) yang termasuk keluarga asam lemak omega 3 pada undur-undur laut (Emerita sp) di Pantai Selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya pantai selatan Kabupaten Bantul dan Kulonprogo.

Baca entri selengkapnya »